Part 5 : Analisis Teknikal Saham

Belajar Saham Bag 5 : Melakukan Analisa Teknikal Saham

Analisis teknikal adalah salah satu jenis teknis analisis yang ditujukan untuk mengamati pola-pola pergerakan seperti data pasar, pergerakan harga saham, dan juga volume transaksi saham. Disini berarti bahwa bukan melihat hal-hal yang berkaitan dengan kondisi seperti kondisi ekonomi, juga kesehatan keuangan perusahaan, serta prospek bisnis ke depan dari perusahaan yang bersangkutan.
Analisis Teknikal Saham


Pada dasarnya, para investor biasa melakukan analisis teknikal dengan melihat chart/grafik pergerakan saham. 3 asumsi dasar yang biasa dipakai oleh investor dalam menganalisa secara teknikal yaitu : 

1. Pergerakan pasar, banyak faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar seperti bencana alam, politik serta juga psikologi para pelaku pasar
2. Harga Saham mengikuti tren, harga saham tidak bergerak secara acak melainkan akan membentuk pola tertentu. 
3. Sejarah berulang, pola pergerakan saham akan selalu berulang (Up-Down).

Trend Pergerakan Harga Saham 

1. Up Trend (Tren Naik)

Up Trend (Tren Naik)

2. Down Trend (Tren Turun)

Down Trend (Tren Turun)

3. Sideways (Datar)

Sideways (Datar)



Teknik Analisis Teknikal Saham

1. Support dan Resistance

Support merupakan titik terendah harga saham pada suatu waktu atau masa. Jika harga saham sebuah perusahan sudah memasuki titik support maka ada kemungkinan besar, harga saham tersebut akan memantul ke atas dan kembali naik. Tapi bisa juga makin turun jika menembus garis support, hingga menemukan titik support yang baru.
Sementara itu resistance merupakan kebalikan dari support. Ketika mencapai pada titik resistance, saham pada umumnya bakal terkoreksi (atau mantul ke bawah), tapi jika harganya terus naik maka saham tersebut akan mengalami breakout hingga menemukan titik resistance yang selanjutnya. 
1. Support dan Resistance


2. Indikator Analisis Teknikal

Ada banyak indikator analisis teknikal, namun kali ini hanya akan dibahas 2 yang biasa atau sering dipakai oleh investor yaitu :

a. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator ini biasanya digunakan untuk mengetahui adanya sinyal beli ataupun jual dengan melihat hubungan MA jangka panjang dan juga pendek. 
Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Ketika MACD menembus garis sinyal ke atas maka akan muncul sinyal untuk beli. Sementar itu jika menembus ke bawah akan muncul sinyal untuk jual. Perhatikan juga histogram yang berwarna biru dibawah ya, tapi kadang juga ada yang berwarna merah dan hijau. Bar histogram juga bisa menjadi salah satu sinyal apakah harga saham ini bakal naik atau turun. Gampangnya, makin pendek histogram maka gap antara MACD dan juga Sinyal makin dekat.

b. Stochastic
Stochastic

Stochastic merupakan sebuah indikator oscilator yang memiliki fungsi untuk mengukur kejenuhan pasar . Stochastic memiliki kelebihan yaitu memiliki signal beli dan juga jual. Market dikatakan overbought atau jenuh beli bila nilai stochastick diatas 80 , dan juga dikatakan oversold jika market bernilai dibawah 20 .