Analisa Bandarmology Saham

Melakukan Analisa Bandarmology untuk menghindari Saham yang sedang di goreng.


Bagi yang sudah terjun di Pasar Modal, terkadang mendengar istilah mengenai Bandar Saham. Lalu apakah memang ada Bandar di Dunia Pasar Modal Indonesia? 

Analisa Bandarmology Saham

Bandar saham sendiri adalah orang atau sekelompok orang yang menguasai perdagangan sebuah saham karena mereka memiliki dana yang besar untuk mengerakan harga saham. Mereka bisa perorangan ataupun juga kelompok seperti Fund Manager, Market Maker serta lainnya yang kemudian biasanya disebut dengan julukan Big Player. Jadi kesimpulan disini, mereka mampu menggerakan harga saham karena memiliki dana yang besar, namun tidak semua saham bisa mereka gerakan. Biasanya mereka mampu menggerakkan saham untuk saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang kecil, mereka susah untuk menggerakan saham Blue Chip karena butuh dana yang sangat besar. 

Analisa Bandarmology : Bagaimana cara untuk menganalisa suatru saham sedang digerakan oleh Bandar? 

Saham Gorengan


Sebelumnya perlu kita perhatikan bahwa harga saham dibentuk dari aktivitas tawar-menawar yang ada di pasar modal. Hal ini dijelaskan dalam materi yang biasa dipelajari dalam sekolah-sekolah ekonomi yang disebut sebagai permintaan dan penawaran (supply and demand), bahwa sebuah harga (tidak hanya saham, namun juga barang-barang konsumsi dan lain-lain) dapat bergerak naik atau turun sesuai keinginan pasar.

Ketika barang atau penjual yang akan menjual barang lebih sedikit dibandingkan dengan pembeli yang jauh lebih banyak, tentunya akan menyebabkan harga dari barang tersebut akan naik dan berlaku sebaliknya. Hal ini juga berlaku bagi perdagangan dalam dunia pasar modal atau khusunya saham. 

Dalam analisa ini unsur-unsur yang dapat dipertimbangkan antara lain; 
1. Broker yang dominan dalam melakukan transaksi beli maupun jual. 
2. Cara broker melakukan transaksi, apakah dengan cara memecah transaksi sehingga tercipta frekuensi yang tinggi ataupun langsung. 
3. Melihat nilai dan juga volume "book order" yang belum terjadi, dan juga apakah sering dilakukan perubahan atas order tersebut atau tidak. 
4. Volume dan juga nilai transaksi yang sudah terjadi.

Dengan menggunakan unsur-unsur tersebut kita dapat mengetahui broker apa yang melakukan transaksi saham dengan jumlah terbanyak, lalu kita juga bisa melihat apakah dalam fase distribusi atau akumulasi sehingga kedepan kita bisa melihat atau mengetahu harga akan naik atau turun. 

Analisa bandarmology sendiri hanya berlaku dengan memperhatikan asas-asa seperti : 

1. Adanya Bandar dan juga Investor Ritel
Bandar disini adalah pihak yang mencari keuntungan dengan cara menggerakan harga saham
Investor Ritel yaitu pihak yang mencari keuntungan dengan cara mengikuti pergerakan harga saham (Trader Jangka Pendek)

2. Ribuan Ritel vs 1 Bandar
Satu Bandar dapat terdiri dari beberapa broker atau beberapa Fund Manager yang saling bekerja sama guna mencapai sebuah tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham. 

Ribuan atau bahkan sangat banyak ritel berbeda dengan bandar yang saling bekerja sama, ritel memiliki tujuan yang berbeda-beda setiap melakukan transaksi sehingga ritel tidak dapat mempengaruhi pergerakan saham secara langsung karena tujuan yang berbeda-beda tersebut. 

3. Pasar Modal itu Tidak Efisien
Hal ini karena biasanya para pemegang saham yang besar (Big Playe) lebih mudah mengakses informasi atau mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan dibandingkan dengan investor ritel. 

Apa yang bisa dilakukan oleh Investor Ritel?

Menganalisa saham dengan teknik bandarmology

Investor Ritel yang khususnya melakukan trading jangka pendek tetap dapat memperoleh keuntungan dari saham saham ini. Lalu bagaimana caranya? 
Ritel harus mengikuti pergerakan dari pemain besar atau Big Player yang dapat menggerakan harga, strategi ini biasanya disebut dengan sebutan “Follow The Giant”. 
Analisis Bandarmologi sendiri adalah analisis yang menitikberatkan pada para pelaku transaksi yang memperdagangkan saham yang bersangkutan dari suatu waktu ke waktu.

Mengapa investor ritel perlu melakukan strategi Follow The Giant? Alasanya adalah : 
• Big player adalah pihak yang memiliki informasi terbaik
• Big player adalah pihak yang memiliki analisa mendalam
• Big player adalah pihak yang memiliki strategi terbaik
• Big player adalah pihak yang berkekuatan menggerakkan harga

Jika kita masih bingung, kita dapat memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah menghadirkan fitur signal bandarmology untuk melakukan analisa. Saat ini sudah sangat banyak aplikasi baik dari sekuritas maupun pihak lainnya yang menghadirkan fitur analisa bandarmology. 

Sukses saham dengan analisa bandarmology

Tidak perlu takut investasi di saham! Tidak semua saham bisa digerakan oleh Bandar, dan tidak semua Bandar berhasil dalam melakukan atau menggerakan harga saham. Jadi yang terpenting sebelum melakukan investasi adalah melakukan analisa terlebih dahulu baik secara fundamental, teknikal, serta bandarmology untuk mengetahui apakah saham sedang digoreng atau tidak. Dengan kata lain, kita mengenal perusahaan yang akan kita beli sahamnya.