Kesalahan dalam Berinvestasi yang menyebabkan Kerugian

Investasi harus Untung, bukan malah Buntung.


Kesalahan dalam investasi

Setiap orang yang berinvestasi tentunya mengharapkan keuntungan dari modal-modal yang telah ditempatkan, akan tetapi terkadang bukannya untung, eh malah buntung. 

Secara garis besar penyebab kerugian investasi itu ada dua yaitu, cara berinvestasi yang keliru atau salah serta instrumen-instrumen investasinya yang kurang bagus. 

Lalu bagaimana cara menghindari penyebab investasi yang malah membuat buntung bukannya untung? 


Memilih investasi yang baik. 

Bagi yang belum memiliki pengalaman dalam berinvestasi atau investor pemula terkadang memang memilih instrumen yang kurang baik. Sebagai misalnya saja ketika harus memilih saham atau reksadana biasanya masih tergantung dengan rekomendasi dari orang lain atau dengan kata lain masih ikut-ikutan. Misalnya saja ketika banyak ornag yang berinvestasi pada saham ZZZZ lalu ada kenaikan maka akan mengikuti untuk membeli, padahal tidak mengetahui seluk beluk saham yang dibelinya bagaimana secara fundamental maupun juga teknikal. Terkadang pergerakan saham naik atau uptrend yang bersifat sementara lalu diikuti pada saat sudah pada posisi puncak atau jenuh beli maka secara otomatis saham tersebut akan turun harganya. 
Oleh karenanya, sebelum berinvestasi haruslah paham betul mengenai instrumen investasi yang akan digunakan untuk investasi. 

Memperbaiki Strategi Investasi

Terkadang ketika produk atau instrumen investasinya sudah baik namun ternyata salah dalam melakukan strategi maka juga bisa berujung kerugian. Sebagai ibarat saja ketika memiliki kendaraan namun tidak dapat mengemudikan dengan baik maka akhirnya juga akan tidak baik. 

Kesalahan yang sering dilakukan oleh investor adalah ingin cepat mendapatkan untuk dalam waktu yang cepat atau jangka pendek. Sebagai contoh saja seorang investor yang memebeli suatu saham atau reksadana dengan harga per lembat atau per unitnya adalah Rp. 1000,- lalu besoknya ternyata naik menjadi Rp. 1050 kemudian karena merasa ada kenaikan harga sehingga untung maka tertarik lagi untuk membeli lagi, padahal besoknya lagi ternyata harganya malah turun menjadi Rp. 990,-, nah karena panik takut turun lagi langsung dijual semua yang dimilikinya. Maka dengan begitu bukannya dapat untung malah rugi. Oleh karena strategi investasi harus tetap diterapakan, bagaimana jika ingin jangka pendek ataupun jangka panjang. Setiap investor memiliki keputusan masing-masing terkait strategi berinvestasi. Yang paling penting adalah menguasi serta mampu mengontrol psikologi untuk buy and sell agar memperhatikan strategi yang telah direncanakan yang baik.