ASEAN Robotic Day 2025, Siapa Saja yang Akan Unjuk Gigi?

Table of Contents
ASEAN Robotic Day 2025, Siapa Saja yang Akan Unjuk Gigi?


ASEAN Robotic Day 2025 siap digelar! SMAN 28 Jakarta menjadi motor penggerak ajang kompetisi robotik yang menjanjikan unjuk kebolehan dari talenta-talenta muda di bidang robotika se-ASEAN. Lebih dari sekadar adu robot, apa saja kejutan yang menanti?

Ratusan Peserta dan Juri Internasional Meriahkan ARD 2025

Jakarta menjadi tuan rumah ASEAN Robotic Day (ARD) 2025, yang berlokasi di SMAN 28 Jakarta dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Antusiasme luar biasa terlihat dari angka pendaftaran yang menembus 500 peserta, tak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Para peserta akan menampilkan inovasi robotik mereka dalam berbagai kategori. Bayangkan saja, robot-robot canggih yang dirancang untuk meringankan pekerjaan rumah tangga hingga aplikasi robot di sektor industri. Keragaman ini dipastikan akan membuat para juri dan pengunjung terpukau.

"Kami sangat senang melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta," ungkap salah seorang panitia ARD 2025. "Ini menunjukkan bahwa minat terhadap robotika di kalangan generasi muda sangat tinggi, dan kami berharap acara ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan inovasi mereka."

Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para pakar robotika dan akademisi terkemuka dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kehadiran juri internasional ini diharapkan memberikan penilaian yang objektif, komprehensif, serta masukan berharga bagi para peserta.

Dukungan Penuh Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap ASEAN Robotic Day 2025. Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, secara langsung menyampaikan dukungan dan kebanggaannya atas inisiatif ini. Baginya, ajang ini adalah wadah penting bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang teknologi.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMAN 28 Jakarta dalam menyelenggarakan ASEAN Robotic Day ini," kata Nahdiana saat pembukaan acara. "Ini adalah bukti bahwa siswa-siswa kita memiliki potensi yang luar biasa di bidang robotika, dan kami sebagai pemerintah berkewajiban untuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan potensi mereka."

Nahdiana juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap era digital dalam dunia pendidikan. Sekolah harus mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi kepada siswa, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi seperti ARD 2025.

"Di era digital seperti ini, kita harus bisa menyesuaikan diri. Kita harus mentransfer pengetahuan kepada anak-anak, tidak hanya di ruang kelas, tapi juga di ruang kreasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Nahdiana memberikan apresiasi khusus pada karya-karya robotik yang mengangkat tema kearifan lokal, seperti robot pembuat rendang, robot gamelan, dan robot angklung. Menurutnya, ini adalah contoh inovasi yang menggabungkan teknologi dengan budaya Indonesia.

Othniel Manullang, Inisiator Muda di Balik ARD 2025

Di balik layar kesuksesan ASEAN Robotic Day 2025, ada sosok Othniel Manullang, siswa kelas 12 SMAN 28 Jakarta, yang menjadi motor penggerak utama. Anggota tim robotik sekolah ini berinisiatif menyelenggarakan kompetisi robotik bertaraf internasional.

Othniel mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keinginannya untuk menyediakan wadah bagi siswa di ASEAN untuk berkreasi dan berinovasi di bidang robotika. Ia juga ingin memperkenalkan robotika kepada masyarakat luas dan menunjukkan potensi besar generasi muda di bidang ini.

"Saya ingin membuat platform di mana siswa dari berbagai negara dapat bertemu, berbagi ide, dan berkompetisi secara sehat," kata Othniel. "Saya juga ingin menginspirasi lebih banyak siswa untuk tertarik dengan robotika dan mengembangkan bakat mereka di bidang ini."

Othniel dan timnya bekerja keras selama sekitar satu tahun untuk mewujudkan ide tersebut. Mereka melakukan riset, menyusun proposal, mencari sponsor, dan menghubungi para ahli robotika dari berbagai negara. Meski menghadapi berbagai tantangan, berkat kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, ARD 2025 akhirnya dapat terwujud.

Salah satu kunci sukses ARD 2025 adalah keberhasilan tim Othniel dalam menggaet juri dari Malaysia dan Filipina, yang menambah nilai dan kredibilitas kompetisi ini. Othniel berharap ARD 2025 dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menginspirasi siswa-siswa lain untuk berani bermimpi besar dan mewujudkan ide-ide kreatif mereka.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.