STEM Jadi Andalan, Jurusan Ilmu Alam-Matematika Bakal Lebih Seru?

Table of Contents
STEM Jadi Andalan, Jurusan Ilmu Alam-Matematika Bakal Lebih Seru?


Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kini semakin gencar digaungkan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan minat pelajar terhadap ilmu alam dan matematika. Harapannya, strategi ini dapat memicu ketertarikan generasi muda pada bidang-bidang tersebut, sehingga kelak lahir SDM yang unggul di bidang teknologi.

Mengapa Pendidikan STEM Jadi Tumpuan Harapan?

Menurunnya Peminat Jurusan Ilmu Alam dan Matematika

Salah satu alasan utama mengapa pendidikan STEM diperkuat adalah untuk menanggulangi tren penurunan peminat jurusan ilmu alam dan matematika. Data menunjukkan, semakin sedikit pelajar yang memilih bidang studi ini di perguruan tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat ilmu alam dan matematika memiliki peran krusial dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam pengembangan teknologi.

"Kita merasakan semakin kurang peminatnya di kalangan para pelajar kita terhadap studi-studi ilmu-ilmu alam dan matematika," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat acara peluncuran panduan dan buku pembelajaran STEM.

Membangun Generasi Teknokratis

Menteri Mu'ti menekankan bahwa masyarakat di masa depan akan semakin teknokratis, yang berarti masyarakat yang melek teknologi dan memiliki kemampuan di bidang tersebut. Oleh karena itu, penguasaan STEM menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Kurangnya minat pada ilmu alam murni akan menghambat terwujudnya cita-cita bangsa teknokratis.

STEM: Mudah, Murah, dan Menyenangkan

Guna melawan stigma bahwa sains itu rumit dan mahal, Kemendikdasmen mengusung pendekatan 3M: mudah, murah, dan menggembirakan dalam pembelajaran STEM. Pendekatan ini bertujuan agar sains terasa lebih menarik dan relevan bagi pelajar.

"Kita mencoba membuat sebuah kultur, membuat sebuah budaya bahwa sains itu mudah, sains itu murah, dan sains itu menggembirakan," jelas Menteri Mu'ti. Dengan demikian, diharapkan pelajar akan lebih termotivasi untuk mempelajari sains dan matematika.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat STEM

STEM Sebagai Bagian dari Asta Cita Presiden

Penguatan STEM sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang kuat melalui pendidikan, sains, dan teknologi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan STEM sebagai prioritas dalam pembangunan nasional.

STEM untuk Membangun Karakter Bangsa

Pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan konsep, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perilaku yang positif. Tujuannya adalah agar pelajar dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"STEM menjadi bagian integral bahkan menjadi bagian inti dan fondasi dalam membangun karakter, membangun perilaku yang utama," tegas Menteri Mu'ti. Penguasaan sains diharapkan dapat berkorelasi positif dengan pembentukan karakter dan komitmen sebagai warga negara.

Panduan dan Buku Pembelajaran STEM 2025

Panduan Pembelajaran STEM dari Kemendikdasmen

Sebagai upaya untuk mendukung implementasi STEM di sekolah-sekolah, Kemendikdasmen melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) telah menyusun Panduan Pembelajaran STEM. Panduan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025. Panduan ini memberikan arahan yang jelas bagi para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran STEM yang efektif.

Akses ke Buku Bermuatan STEM

BSKAP juga telah melakukan kurasi terhadap 109 judul Buku Bermuatan STEM yang mencakup Buku Teks Utama (BTU) dan Buku Nonteks (BNT). Buku-buku ini tersedia dalam format digital dan dapat diakses secara terbuka melalui laman (https://buku.kemendikdasmen.go.id/buku-stem). Dengan tersedianya sumber daya yang relevan dan mudah diakses, diharapkan guru dan pelajar dapat lebih mudah memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang STEM.

Pemerintah menargetkan kurikulum STEM terintegrasi penuh di seluruh sekolah menengah atas pada tahun 2028. Sementara itu, berbagai pelatihan dan workshop bagi guru terus digalakkan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar STEM.

"Ini adalah langkah strategis untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia yang mampu bersaing di era global," ujar Prof. Dr. Rina Agustin, Kepala BSKAP Kemendikdasmen, dalam wawancara terpisah.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.