MATERI SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CASN CPNS TES KARAKTERISTIK PRIBADI - TEKNOLOGI INFORMASI

SKD – TKP : TEKNOLOGI INFORMASI

MATERI SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CASN CPNS TES KARAKTERISTIK PRIBADI - TEKNOLOGI INFORMASI

Secara umum pengertian teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dengan kata lain, teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat dengan cepat dan berkualitas.

Secara umum ada enam fungsi TI bagi manusia, diantaranya adalah:
1. Menangkap (Capture)
TI dapat mengkompilasi catatan-catatan secara detail dari berbagai aktivitas. Misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan lainnya.
2. Mengolah (Processing)
TI dapat mengolah/ memproses data masukan yang diterima yang kemudian diubah menjadi informasi baru. Olah data ini bisa dalam bentuk konversi, menganalisis, menghitung, hingga penggabungan berbagai bentuk informasi dan data.
3. Menghasilkan (Generating)
TI akan menghasilkan atau mengorganisir informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya grafik, tabel, perhitungan, dan lain sebagainya.
4. Menyimpan (Storage)
TI dapat merekam informasi dan data ke dalam suatu media yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnnya data disimpan ke dalam flasdisk, CD, dan hardisk.
5. Sebagai Transmisi (Transmission)
TI dapat mengirimkan data dan informas dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan memanfaatkan jaringan komputer. Misalnya mengirim data penjualan ke tim lain di lokasi yang berbeda.

Secara umum, ada tiga tujuan utama dari TI, diantaranya adalah:
Untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu masalah
Mendukung dan membuka kreativitas
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka secara langsung maupun tidak langsung teknologi informasi berperan penting untuk kelangsungan bisnis dan pekerjaan di lembaga-lembaga pemerintah, yaitu diantaranya:

Mempermudah Komunikasi
Email merupakan salah satu bentuk teknologi informasi yang sudah familiar sebagai alat komunikasi. Email dalam pekerjaan digunakan sebagai sarana komunikasi antar karyawan, supplier dan pelanggan. Penggunannya yang mudah menjadikan email lebih efisien dan efektif daripada facsimile dalam hal komunikasi. Seiring berjalannya waktu juga muncul istilah “chatting” sebagai alat komunikasi yang lebih cepat daripada email.

Manajemen Data
Pada pengertian teknologi informasi sebelumnya telah disinggung salah satu manfaatnya untuk pengarsipan dokumen. Dengan adanya database kantor, maka saat ini tidak lagi dibutuhkan kumpulan dokumen-dokumen dalam lemari arsip. Pada bisnis profesional saat ini semua pengarsipan dokumen dilakukan secara digital melalui perangkat penyimpanan.

Sistem Informasi Manajemen
Teknologi informasi mendukung sistem informasi manajemen perkantoran dimana alat ini berperan untuk melacak data penjualan, biaya dan tingkat produktivitas kantor.Melalui informasi tersebut dapat digunakan untuk melacak profibilitas dari waktu ke waktu, mengidentifikasi bidang yang memerlukan perbaikan, dan memaksimalkan laba atas investasi.

Customer Relationship Management (CRM)
Institusi yang menerapkan teknologi informasi terbaru maka berguna untuk merancang dan mengelola hubungan dengan pelanggan. CRM dapat menangkap setiap interaksi antara perusahaan dengan pelanggan sehingga jika sewaktu-waktu membutuhkan data pelanggan, maka data tersebut sudah ter-record dengan baik. Selain itu, CRM juga dapat memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan adanya pelayanan yang cepat dari perusahaan.

Pekerjaan Dapat Beraktivitas Selama 24 jam Sehari
Dengan adanya teknologi informasi maka bisnis Anda bisa beroperasi selama 24 jam. Dalam hal ini bisnis yang Anda jalankan tidak terbatas ruang dan waktu.Pemesanan produk bisa dilakukan selama 24 jam dimana hal ini berkaitan dengan kompetisi. Semakin mudah pelayanan yang Anda berikan maka usaha Anda akan semakin mudah dikenal masyarakat secara luas.

Munculnya Peluang e-Business
Teknologi informasi yang semakin maju maka semakin meningkatkan peluang untuk mendorong kemajuan bisnis. Dengan adanya e-bussiness atau e-commerce maka kebutuhan waktu dan biaya menjadi lebih efisien. e-bussiness memungkinkan Anda untuk berbinis secara online melalui internet.

Mengurangi Biaya Operasional dan Produksi
Dengan adanya kemajuan di bidang Information Technology maka dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan pengeluaran yang sedikit. Sehingga dengan penurunan biaya operasional, maka perusahaan dapat menambah jumlah produksi.

Teknologi sudah menjadi keniscayaan bagi sebagian besar masyarakat dunia. Keberadaannya memberi manusia pilihan hidup yang lebih bervariasi dan lebih baik. Pemerintah menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemajuan teknologi. Berkatnya, pemerintahan bisa dikelola secara lebih efektif dan efisien.

Bangsa Indonesia telah belajar dari masa lalu bahwa kemajuan teknologi berimplikasi terhadap kemajuan berbangsa. Meskipun dampak buruknya tak dapat diabaikan, manfaat yang dirasakan berkat kehadiran teknologi sangat besar. Pemerintah telah memanfaatkannya, tetapi dalam banyak hal, belum selesai mengatasi berbagai kendala yang menyertainya.

Berdasarkan pengalaman, ada tiga kendala pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan. SDM yang mengoperasikannya. Teknologi canggih yang digunakan dalam birokrasi kerap belum membawa manfaat langsung kepada masyarakat karena kegagapan aparat yang menggunakan. Kurangnya sinergi antar lembaga. Meskipun terobosan sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, ego sektoral masih menjadi dinding yang kuat. Kerja sama antarlembaga tidak berjalan optimal karena masing-masing menggunakan 'bahasa teknologi' yang berbeda.

Pendekatan whole of government (WoG) belum sepenuhnya menghilangkan batas antarsektor. Kesenjangan pengetahuan antara pemberi dan penerima layanan. Meskipun pemerintah mengembangkan layanan canggih, kebermanfaatannya kurang karena tidak diketahui masyarakat. Jika kondisi itu terjadi, layanan berbasis teknologi tinggi kurang termanfaatkan 

Tanpa harus meninggalkan sikap awas, teknologi perlu disikapi sebagai kegembiraan. Kegembiraan itu akan membuat pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan semakin luas dan efektif. Jika mencermati perkembangan negara-negara di dunia, teknologi menjadi konsep kunci yang menyebabkan kemajuan. Teknologi menjadi salah satu faktor pembentuk keunggulan nasional. Negara dengan indeks inovasi tinggi cenderung memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi pula.

Dalam laporan World Economic Forum, ada 10 yang menduduki peringkat teratas dalam Global Competitiveness Index 2019, yaitu Singapura, Hong Kong, AS, Swiss, Uni Emirat Arab, Belanda, Irlandia, Denmark, Swedia, dan Qatar. Tentu bukan kebetulan jika sebagian besar negara tersebut juga menduduki perangkat atas dalam daftar Global Innovation Index 2019, yaitu Swiss, Swedia, AS, Belanda, Inggris, Finlandia, Denmark, Singapura, dan Jerman. Dalam dua pemeringkatan itu, Indonesia berada di papan tengah. Dalam bidang pemerintahan, Indonesia ke depan perlu melakukan perubahan paradigma dan struktural agar postur dan budaya birokrasi sejalan dengan kemajuan digital. Salah satunya ialah menjadikan data sebagai fondasi perumusan kebijakan.

Harari (2017) bahkan meramalkan ke depan akan muncul konsep negara data. Konsep itu diimajinasikan karena era data (dataisme) sedang tumbuh dan akan segera dominan. Dataisme akan menjadi standar nilai baru dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pemerintahan. Pada era dataisme, perangkat keras dan lunak pengumpul data (data mining), pengolah data, dan penafsir data akan sangat vital perannya. Dengan gaya kepemimpinan transformasional yang selama ini dipraktikkannya, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin tidak akan kesulitan mengadaptasi teknologi dalam pemerintahannya. Dengan teknologi, pemerintah niscaya siap mendongkrak kinerja mereka.