Ternyata Laba-Laba Lebih Pintar dari yang Kita Kira! Rahasianya Bikin Merinding

Ilmuwan baru-baru ini mengungkap taktik berburu laba-laba yang tak terduga: menggunakan kunang-kunang sebagai umpan hidup. Perilaku ini membuka tabir kecerdikan predator kecil ini.
Strategi Berburu Laba-Laba: Kunang-Kunang Jadi Umpan?
Penelitian terbaru menyoroti bagaimana laba-laba nokturnal jenis Psechrus clavis, atau yang dikenal sebagai laba-laba jaring lembaran, memanfaatkan kunang-kunang (spesies Diaphanes lampyroides) untuk menarik mangsa. Awalnya, para peneliti mengamati laba-laba menangkap kunang-kunang dan menyimpannya di jaring. Alih-alih langsung disantap, kunang-kunang itu dibiarkan hidup, bahkan sesekali diperiksa oleh laba-laba hingga satu jam lamanya.
Keheranan para ilmuwan terjawab: keberadaan kunang-kunang yang bercahaya di jaring ternyata meningkatkan secara signifikan jumlah serangga lain yang tertarik. Laba-laba, rupanya, menggunakan kunang-kunang sebagai "umpan" hidup.
"Temuan ini menyoroti interaksi yang sebelumnya tidak terdokumentasi, di mana sinyal kunang-kunang, yang seharusnya untuk komunikasi seksual, juga bermanfaat bagi laba-laba sebagai strategi berburu," ungkap I-Min Tso, peneliti dari Universitas Tunghai Taiwan yang memimpin studi ini, pada Kamis (28/8/2025).
Eksperimen Pembuktian: Lampu LED Tiruan Kunang-Kunang
Guna membuktikan hipotesis ini, tim peneliti merancang eksperimen lapangan. Mereka menggunakan lampu LED kecil yang meniru cahaya kunang-kunang dan memasangnya di beberapa jaring laba-laba, sementara jaring lainnya dibiarkan tanpa lampu sebagai kontrol.
Hasilnya? Jaring dengan lampu LED berhasil menarik mangsa tiga kali lebih banyak dibandingkan jaring kosong. Bahkan, jumlah kunang-kunang yang tertangkap pada jaring berlampu LED sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan jaring tanpa lampu.
"Hasil eksperimen ini memberikan bukti kuat bahwa laba-laba Psechrus clavis memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dari yang kita duga. Mereka mampu memanfaatkan sinyal cahaya kunang-kunang untuk keuntungan mereka sendiri," jelas Tso.
Mengapa Kunang-Kunang Jantan Lebih Sering Jadi Korban?
Setelah menangkap kunang-kunang, laba-laba jaring lembaran menunjukkan perilaku berbeda. Serangga lain, seperti ngengat, langsung disantap. Namun, kunang-kunang dibiarkan hidup hingga satu jam. Diduga, ini adalah bagian dari strategi memancing mangsa.
Menariknya, mayoritas kunang-kunang yang tertangkap adalah jantan. Para ilmuwan menduga, kunang-kunang jantan salah mengira cahaya kunang-kunang yang terperangkap sebagai sinyal dari calon pasangan, sehingga mendekat dan akhirnya ikut terperangkap.
"Ini menunjukkan adanya eksploitasi sinyal komunikasi seksual kunang-kunang oleh laba-laba. Laba-laba tersebut memanfaatkan insting kunang-kunang jantan untuk mencari pasangan demi keuntungan berburu mereka," imbuh peneliti.
Implikasi Temuan dan Perspektif Baru
Studi ini memberikan wawasan baru tentang kompleksitas interaksi predator-mangsa di alam liar. Diharapkan, temuan ini dapat memicu penelitian lebih lanjut tentang perilaku dan kognisi laba-laba.
"Studi ini memberikan pencerahan baru tentang bagaimana predator nokturnal yang menunggu dan menunggu dapat menghadapi tantangan dalam menarik mangsa, dan memberikan perspektif unik tentang kompleksitas interaksi predator-mangsa," tambah Tso.
Studi berjudul "Prey bioluminescence‐mediated visual luring in a sit and wait predator" ini telah dipublikasikan di Journal of Animal Ecology pada 28 Agustus 2025.