Kesempatan Emas! Daftar TKA SMA-SMK di 10 Provinsi Ini Sebelum Terlambat!

Table of Contents
Kesempatan Emas! Daftar TKA SMA-SMK di 10 Provinsi Ini Sebelum Terlambat!


Jangan sampai ketinggalan! Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMA/SMK di 10 provinsi pilihan akan segera ditutup. Manfaatkan kesempatan ini dan segera daftarkan diri Anda sebelum tanggal 5 Oktober 2025!

Namun, data terbaru menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pendaftaran antar provinsi. Beberapa wilayah sudah mencatatkan angka di atas 90%, sementara yang lain masih berkutat di sekitar 40% atau bahkan belasan persen. Hal ini mengindikasikan perlunya sosialisasi yang lebih intensif agar semua siswa yang memenuhi syarat bisa ikut serta.

Data Pendaftaran TKA SMA/SMK: Update Terakhir

Per tanggal 29 September 2025 pukul 17:40:01, data yang dikumpulkan Kemendikdasmen menunjukkan variasi partisipasi siswa yang cukup besar dalam TKA jenjang SMA/MA di seluruh Indonesia. Data ini sangat penting untuk memahami sebaran informasi dan efektivitas program TKA di berbagai daerah.

Provinsi dengan Tingkat Pendaftaran TKA SMA/MA Tertinggi

DI Yogyakarta memimpin perolehan angka pendaftaran TKA SMA/MA tertinggi dengan 94,91%. Sebanyak 25.703 siswa telah mendaftar dari total 27.081 calon peserta. Seorang pengamat pendidikan dari Universitas Gadjah Mada berkomentar, "Ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran yang tinggi dari siswa di Yogyakarta mengenai pentingnya TKA."

DKI Jakarta menyusul dengan 94,25%, di mana 66.539 siswa telah terdaftar dari 70.595 calon peserta. Sumatera Barat berada di posisi ketiga dengan 92,34%, dengan 56.454 siswa dari 61.137 calon peserta telah mendaftar. Tingginya angka pendaftaran di ketiga provinsi ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendorong partisipasi siswa.

Provinsi dengan Tingkat Pendaftaran TKA SMK Tertinggi

Untuk jenjang SMK, Aceh menjadi provinsi dengan tingkat pendaftaran TKA tertinggi, mencapai 95,08%. Sebanyak 16.088 siswa dari 16.921 calon peserta SMK telah mendaftar. Capaian ini mencerminkan komitmen yang kuat dari sekolah dan dinas pendidikan setempat untuk mendorong siswa berpartisipasi.

Sumatera Barat kembali menunjukkan hasil yang baik dengan menduduki posisi kedua (89,68%), mewakili 23.176 siswa dari 25.844 calon peserta. DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan 89,2%, dengan 57.129 siswa terdaftar dari 64.048 siswa.

10 Provinsi dengan Tingkat Pendaftaran TKA SMA/MA Terendah

Sayangnya, beberapa provinsi masih mencatatkan angka pendaftaran TKA SMA/MA yang relatif rendah. Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan tingkat pendaftaran terendah, hanya 19,92% (756 pendaftar dari 3.796 calon peserta). Menyusul kemudian Papua (47,54%), Nusa Tenggara Barat (53,32%), Sulawesi Utara (54,96%), Maluku Utara (55,59%), Papua Tengah (56,89%), Sulawesi Barat (62,96%), Sumatera Selatan (66,44%), Nusa Tenggara Timur (66,49%), dan Riau (66,52%). Rendahnya angka pendaftaran di provinsi-provinsi ini mengindikasikan perlunya perhatian khusus dan intervensi yang lebih efektif.

10 Provinsi dengan Tingkat Pendaftaran TKA SMK Terendah

Situasi serupa terjadi pada jenjang SMK. Papua Tengah mencatatkan tingkat pendaftaran terendah (23,76%), diikuti Maluku Utara (37,47%), Papua Pegunungan (40,71%), Maluku (42,65%), Sulawesi Barat (42,79%), Nusa Tenggara Timur (43,29%), Nusa Tenggara Barat (47,93%), Bali (50,43%), Papua Barat (51,05%), Sulawesi Utara (51,06%), dan Riau (51,03%). Kurangnya partisipasi siswa di provinsi-provinsi ini membutuhkan analisis mendalam mengenai faktor-faktor penghambatnya, seperti akses informasi yang terbatas, kendala geografis, atau kurangnya sumber daya.

Peluang Nilai TKA untuk Seleksi Akpol dan Akmil

Nilai TKA SMA/sederajat menjadi syarat wajib agar siswa eligible dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Namun, Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, mengingatkan bahwa hasil TKA berpotensi digunakan juga dalam seleksi masuk institusi pendidikan lain, seperti Akademi Kepolisian (Akpol) maupun Akademi Militer (Akmil).

"Jangan salah, ada satu manfaat lain, yaitu untuk seleksi akademik lainnya. Mungkin saja adik-adik ada yang masuk tentara, masuk kepolisian, inilah fungsinya TKA," ujar Handaru pada sebuah acara di Bali, Jumat (26/9/2025). Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya bekerja sama dengan pihak Akpol, Akmil, dan sekolah kedinasan lainnya agar dapat memanfaatkan nilai TKA sebagai salah satu kriteria seleksi.

Pemanfaatan nilai TKA dalam seleksi Akpol dan Akmil bisa menjadi motivasi tambahan bagi siswa. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas calon peserta didik di lembaga-lembaga tersebut, karena nilai TKA dapat menjadi indikator kemampuan akademik dan potensi siswa.

Melihat tren pendaftaran yang masih bervariasi, Kemendikdasmen diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi siswa, terutama di provinsi-provinsi dengan tingkat pendaftaran terendah. Sosialisasi yang lebih gencar, penyediaan fasilitas pendaftaran yang mudah diakses, dan pemberian insentif bagi siswa yang berpartisipasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan angka pendaftaran TKA secara nasional. Dengan demikian, semakin banyak siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan akademiknya dan meraih masa depan yang lebih baik.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.