Kisah Pilu di Balik Banjir, Murid SD Bone Raya Terpaksa Sekolah di Masjid

Table of Contents
Kisah Pilu di Balik Banjir, Murid SD Bone Raya Terpaksa Sekolah di Masjid


Banjir Bandang 2020: Siswa SD di Bone Raya Bertahan Belajar di Masjid

Banjir bandang dahsyat yang melanda Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada tahun 2020 memaksa para siswa SD Negeri 1 Bone Raya untuk sementara waktu "mengungsi" ke masjid setempat demi bisa terus belajar. Kondisi ini menggambarkan perjuangan di tengah keterbatasan, di mana hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan layak diuji oleh bencana alam.

Sekolah Luluh Lantak, Semangat Tak Padam

Bencana banjir bandang 2020 itu menyisakan trauma mendalam bagi dunia pendidikan di Bone Raya. Bangunan SD Negeri 1 Bone Raya, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, hancur diterjang banjir. Ruang kelas porak-poranda, buku-buku dan peralatan sekolah hanyut, dan infrastruktur pendukung lainnya mengalami kerusakan parah. Sekolah berubah menjadi puing-puing tak layak pakai.

"Kami terpukul sekali dengan kejadian ini. Sekolah itu harapan masa depan anak-anak kami," ujar Rahman Yusuf, Kepala Desa Bone Raya, saat ditemui di pengungsian sementara. "Kerusakannya parah sekali. Tidak mungkin anak-anak belajar di tempat seperti itu."

Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango mencatat, kerusakan SD Negeri 1 Bone Raya mencapai lebih dari 70%, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Lebih dari sekadar kerusakan fisik, trauma psikologis juga membayangi siswa dan guru yang menjadi korban.

Masjid Jadi Ruang Kelas Darurat

Namun, keterbatasan tidak memadamkan semangat belajar. Pihak sekolah dan masyarakat berinisiatif memanfaatkan Masjid Al-Ikhlas sebagai tempat belajar sementara. Masjid, yang seharusnya menjadi tempat beribadah, kini menjadi ruang kelas darurat.

Ruang utama masjid disekat menjadi beberapa bagian dengan tirai dan papan seadanya untuk memisahkan kelas. Kondisi yang jauh dari ideal ini seringkali diwarnai suara bising dan gangguan lain yang mengurangi konsentrasi belajar. Keterbatasan fasilitas seperti meja dan kursi juga menjadi tantangan tersendiri.

"Awalnya memang sulit beradaptasi. Masjid kan tempat ibadah, jadi kami harus menjaga sikap," kata Fatimah, salah seorang guru SD Negeri 1 Bone Raya. "Tapi kami bersyukur bisa tetap mengajar dan anak-anak bisa terus belajar. Semangat mereka tidak boleh hilang."

Meski penuh keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Para guru dengan sabar memberikan materi pelajaran. Gotong royong dan kepedulian masyarakat juga sangat membantu. Bantuan berupa buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah terus mengalir dari berbagai pihak.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti," ucap Rahman Yusuf. "Kami berharap, anak-anak bisa terus belajar dan meraih cita-cita mereka."

Kondisi belajar yang tak ideal ini berdampak pada kualitas pendidikan. Hasil evaluasi belajar menunjukkan penurunan nilai rata-rata siswa dibandingkan sebelum banjir. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat siswa dan guru untuk terus berjuang, menyadari bahwa pendidikan adalah kunci masa depan.

Harapan Baru: Gedung Sekolah Akan Dibangun Kembali

Kabar baik akhirnya tiba. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung baru SD Negeri 1 Bone Raya. Pembangunan direncanakan dimulai awal tahun 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun yang sama.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah," ujar Ibu Fatimah. "Kami berharap, gedung sekolah baru ini bisa segera dibangun agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman."

Gedung sekolah baru akan dibangun di lokasi yang lebih aman dan representatif. Desainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan guru, dilengkapi dengan fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang komputer.

"Pembangunan gedung sekolah baru ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak Bone Raya," tegas Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, saat peletakan batu pertama. "Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada seluruh anak-anak di Kabupaten Bone Bolango."

Menurut Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bone Bolango, progres pembangunan gedung sekolah baru telah mencapai 70%. Pihak kontraktor optimis pembangunan akan selesai tepat waktu. Diharapkan, awal tahun ajaran baru mendatang, siswa SD Negeri 1 Bone Raya dapat belajar di gedung sekolah yang baru.

"Kami sangat menantikan momen ini," kata Andi, siswa kelas VI SD Negeri 1 Bone Raya. "Kami ingin segera belajar di sekolah yang baru dan meraih cita-cita kami."

Meski demikian, tantangan masih ada. Peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana pendukung lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Trauma psikologis yang dialami siswa dan guru juga perlu diperhatikan. Pemerintah daerah berencana mengadakan program trauma healing dan pelatihan bagi guru untuk membantu mereka mengatasi dampak psikologis bencana.

Pembangunan kembali SD Negeri 1 Bone Raya bukan hanya membangun gedung sekolah. Ini adalah membangun kembali harapan, semangat, dan masa depan anak-anak Bone Raya. Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, diharapkan SD Negeri 1 Bone Raya dapat kembali menjadi pusat pendidikan berkualitas yang menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.