SPMB, Kata Orang Tua, Lebih Oke dari PPDB?
Mayoritas orang tua di Indonesia memberikan respons positif terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sebuah survei terbaru mengungkap. Banyak yang menganggap SPMB lebih baik dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dulu berlaku. Survei ini, yang menyoroti tingkat kepuasan masyarakat, manfaat yang dirasakan, dan area yang butuh peningkatan, menunjukkan angin segar dalam dunia pendidikan.
SPMB hadir sebagai solusi atas sejumlah masalah yang muncul di sistem PPDB sebelumnya. Tujuannya mulia: pemerataan akses pendidikan, kesempatan adil bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, serta pemberantasan kecurangan. PPDB, yang sering bertumpu pada zonasi atau nilai ujian, dianggap kurang efektif. Maka, SPMB dirancang sebagai alternatif yang lebih komprehensif.
Survei KIC Ungkap Persepsi Orang Tua Tentang SPMB
Katadata Insight Center (KIC) melakukan survei untuk mengukur persepsi publik terhadap SPMB. Ratusan orang tua murid dari berbagai jenjang, mulai SMP hingga SMA, dilibatkan untuk mengetahui pandangan mereka tentang efektivitas dan kepuasan terhadap sistem baru ini.
Bagaimana Survei Ini Dilakukan?
Survei KIC dilakukan secara daring pada 1-22 Agustus 2025, melibatkan 1.074 responden, yaitu orang tua murid yang mendaftar melalui SPMB untuk SMP (399 orang), SMA (314 orang), dan pendaftar lainnya (361 orang). Teknik non-probability sampling digunakan dalam memilih responden. Mayoritas responden berusia 28-43 tahun, berpendidikan SMA, dan bekerja sebagai karyawan swasta. Tingkat pengeluaran rumah tangga mereka didominasi oleh kelompok ekonomi menengah (SES C).
Mayoritas Orang Tua Nilai SPMB Lebih Baik dari PPDB
Hasil survei menunjukkan bahwa 88% responden menilai SPMB lebih baik daripada PPDB. Bahkan, 90% merasa SPMB sesuai harapan mereka. Ini menunjukkan penerimaan yang baik terhadap sistem baru ini. Mayoritas responden juga mampu membedakan SPMB dan PPDB serta memahami jalur seleksi yang ada.
"Sosialisasi SPMB cukup efektif dalam menjangkau masyarakat dan memberikan pemahaman yang baik," kata seorang analis KIC yang terlibat dalam penelitian.
Manfaat SPMB yang Paling Dirasakan: Pemerataan Akses Pendidikan
Survei KIC mengungkap berbagai manfaat SPMB yang dirasakan responden. Peningkatan pemerataan akses pendidikan menjadi yang paling sering disebut (63,7%), diikuti peningkatan transparansi (50,9%) dan pengurangan dominasi sekolah favorit (49,8%). SPMB juga dinilai memberi kesempatan lebih besar bagi murid kurang mampu (48,2%), meningkatkan keadilan (44,2%), dan memberikan kesempatan bagi murid berprestasi serta disabilitas.
Data ini menunjukkan bahwa SPMB dianggap berhasil mencapai tujuan, terutama dalam hal pemerataan akses dan transparansi. Walau begitu, masih ada ruang untuk perbaikan, khususnya dalam memberikan kesempatan bagi murid berprestasi dan disabilitas.
Kepuasan Orang Tua Terhadap SPMB: Cukup Tinggi, Tapi Ada Catatan
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan orang tua terhadap pelaksanaan SPMB cukup tinggi, dengan skor rata-rata 3,26 dari skala 4. Namun, kepuasan terhadap berbagai aspek pelaksanaan SPMB bervariasi.
Aspek yang Paling Memuaskan: Tidak Ada Biaya Seleksi
Aspek yang mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi adalah tidak adanya biaya selama seleksi (3,46), transparansi hasil seleksi (3,31), dan kejelasan waktu pelaksanaan (3,30). Orang tua menghargai upaya pemerintah dalam menghilangkan biaya yang tak perlu dan memastikan proses seleksi berjalan transparan dan teratur.
Aspek yang Kurang Memuaskan: Kompetensi Panitia dan Kemudahan Prosedur
Aspek yang mendapat tingkat kepuasan terendah adalah kompetensi panitia (3,20) dan kemudahan prosedur SPMB (3,20). Artinya, kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya melalui SPMB masih perlu ditingkatkan.
Survei mencatat bahwa 177 responden menyatakan tidak puas dengan SPMB. Alasannya antara lain sosialisasi yang kurang memadai (24,9%), sikap panitia yang kurang ramah dan tidak responsif (13,6%), serta sistem/website pendaftaran yang sering bermasalah (10,2%).
"Perlu peningkatan sosialisasi dan pelatihan bagi panitia pelaksana SPMB, serta perbaikan sistem pendaftaran online," ujar seorang praktisi pendidikan.
Pemerintah daerah berencana mengevaluasi pelaksanaan SPMB secara menyeluruh, termasuk aspek-aspek yang kurang memuaskan. Evaluasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas SPMB di masa depan. Anggaran untuk sosialisasi SPMB, pelatihan panitia pelaksana, dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi juga akan ditingkatkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap SPMB dan memastikan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.