Wisuda UI Tahun Depan, Bebas Poster dan Atribut Bertulisan, Kenapa Ya?
Universitas Indonesia (UI) akan memberlakukan aturan baru yang cukup menarik perhatian untuk acara wisuda tahun 2025 mendatang. Salah satunya, larangan membawa poster dan atribut bertuliskan lainnya bagi para wisudawan. Keputusan ini tentu saja memicu beragam reaksi dari kalangan mahasiswa dan alumni. Lantas, apa sebenarnya yang melatarbelakangi kebijakan ini?
UI Larang Poster dan Atribut di Wisuda 2025: Ini Alasannya
Kabar tentang larangan membawa poster dan atribut bertulisan pada wisuda UI tahun depan ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi universitas, @univ_indonesia. Pengumuman ini secara spesifik menyebutkan periode wisuda 11-13 September 2025. Pihak kampus menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah perayaan atas perjalanan panjang studi yang telah dilalui.
"Kami ingin menciptakan suasana wisuda yang lebih khidmat dan tertib. Larangan poster dan atribut bertulisan adalah salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut," demikian bunyi pernyataan tertulis dari pihak UI yang diterima redaksi pada Kamis, 4 September 2025.
Universitas berharap kebijakan ini dapat lebih memfokuskan perhatian wisudawan dan keluarga pada prosesi wisuda itu sendiri. Ada kekhawatiran bahwa penggunaan poster dan atribut yang berlebihan justru dapat mengganggu kelancaran acara dan mengurangi kekhidmatan momen yang sakral ini.
"Ini adalah langkah strategis untuk menjaga esensi wisuda sebagai momen refleksi dan apresiasi," ujar Dr. Ani Widyawati, Kepala Bagian Humas UI, saat dikonfirmasi mengenai kebijakan baru ini. "Kami ingin wisuda menjadi kenangan indah bagi seluruh wisudawan dan keluarga, bukan ajang unjuk kreativitas yang berlebihan."
Meski demikian, kebijakan ini tak luput dari perdebatan. Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa larangan ini mengekang kebebasan mereka untuk berekspresi. Mereka merasa bahwa poster dan atribut bertulisan adalah cara untuk menunjukkan rasa bangga dan merayakan pencapaian mereka.
"Kami mengerti adanya kekhawatiran, tetapi kami juga berharap pihak universitas dapat mempertimbangkan aspirasi mahasiswa. Poster adalah cara kami merayakan kelulusan," ungkap Budi Santoso, salah seorang calon wisudawan dari Fakultas Teknik.
Tata Tertib Lengkap Wisuda UI Periode 2024/2025
Selain larangan poster, UI juga menetapkan sejumlah tata tertib lain yang wajib dipatuhi oleh seluruh wisudawan pada periode 2024/2025. Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan acara wisuda. Berikut rinciannya:
Daftar Tata Tertib Wisudawan UI 2024/2025:
1. Wisudawan wajib berkumpul di Balairung dan masuk melalui pintu yang telah ditentukan, sesuai dengan undangan digital masing-masing. 2. Waktu kehadiran di titik kumpul: * Sesi pagi: pukul 07.30 WIB * Sesi siang: pukul 12.30 WIB (kecuali hari Jumat, pukul 13.00 WIB) 3. Wajib mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat. 4. Menggunakan toga lengkap sesuai ketentuan saat memasuki lokasi acara. 5. Mengenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman serta sopan, agar memudahkan naik/turun tangga. 6. Dilarang menempel tulisan pada atribut pakaian, toga, biretta (topi), atau bagian lainnya. 7. Dilarang membawa spanduk, poster, atau sejenisnya. 8. Dilarang berjalan keluar masuk atau berdiri berkelompok saat acara berlangsung. 9. Dilarang merokok (konvensional maupun elektrik) di area kampus. 10. Tidak membawa barang bawaan berlebihan dan wajib mengikuti arahan petugas selama acara. 11. Dilarang mengganggu jalannya upacara wisuda.
Data dari Biro Kemahasiswaan UI menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wisudawan terhadap tata tertib wisuda selama ini cukup tinggi, mencapai rata-rata 90%. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa pelanggaran kecil, seperti membawa barang bawaan berlebihan atau mengobrol saat acara berlangsung.
Gladi Resik: Persiapan Penting Menuju Wisuda UI Semester Genap 2024/2025
Untuk memastikan kelancaran acara wisuda, UI juga mewajibkan seluruh calon wisudawan untuk mengikuti gladi resik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai rangkaian acara wisuda, termasuk simulasi prosesi, sesi foto, serta penerimaan ucapan selamat dari rektor dan dekan.
Berikut adalah rincian pelaksanaan gladi resik wisuda UI semester genap 2024/2025:
1. Peserta diharapkan hadir di titik kumpul dengan ketentuan: * Sesi pagi: pukul 07.30 WIB * Sesi siang: pukul 12.30 WIB 2. Menggunakan toga lengkap sesuai ketentuan saat memasuki lokasi acara. 3. Mengenakan pakaian serta alas kaki yang nyaman dan sopan untuk memudahkan mobilitas. 4. Tidak membawa barang bawaan berlebihan serta mematuhi arahan petugas selama acara.
"Gladi resik ini sangat penting untuk memberikan rasa percaya diri kepada para wisudawan," terang Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, M.Eng., Direktur Kemahasiswaan UI. "Dengan mengikuti gladi resik, mereka akan lebih memahami alur acara dan meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi."
Panduan Berpakaian untuk Orang Tua/Pendamping Wisuda UI 2024/2025
Tak hanya wisudawan, orang tua atau pendamping yang hadir pun diharapkan memperhatikan ketentuan berpakaian yang telah ditetapkan. Pihak UI mengimbau agar orang tua/pendamping mengenakan atasan berwarna putih atau hitam (atau warna gelap lainnya) dengan bawahan yang bebas.
Panduan lengkap untuk orang tua/pendamping wisuda UI 2024/2025 adalah sebagai berikut:
1. Memakai pakaian yang sesuai ketentuan: atasan putih atau hitam (atau warna gelap), bawahan bebas. 2. Wajib mengenakan gelang yang didapatkan bersama paket wisuda sebelum memasuki area wisuda.
Kebijakan terbaru UI terkait wisuda ini merupakan cerminan upaya untuk menciptakan suasana yang khidmat dan tertib. Meskipun menuai pro dan kontra, pihak universitas berharap seluruh wisudawan dan keluarga dapat memahami tujuan dari kebijakan ini dan bersama-sama menyukseskan acara wisuda.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tradisi wisuda terus mengalami evolusi. UI, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, terus berupaya beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa menghilangkan esensi dari momen sakral ini. Harapannya, ke depan akan terjalin dialog yang lebih intensif antara pihak universitas dan mahasiswa untuk mencapai kesepahaman bersama mengenai tata cara perayaan wisuda yang ideal.