Wow! Perpustakaan Jakarta Cetak Sejarah dengan Buku Anak Terbanyak!
Perpustakaan Jakarta baru saja mencetak sejarah membanggakan dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perpustakaan yang menghasilkan buku anak terbanyak di tingkat provinsi! Pencapaian luar biasa ini diraih melalui pameran literasi Karya Raya 2025, sebuah bukti nyata semangat berkarya generasi muda Indonesia.
Rekor MURI untuk Perpustakaan Jakarta
Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata dedikasi Perpustakaan Jakarta dalam mengembangkan minat baca dan kemampuan menulis di kalangan anak-anak. Penghargaan MURI ini diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, pada Jumat (26/9/2025) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
"Ini adalah momentum penting untuk terus memacu semangat literasi di kalangan anak-anak. Kami berharap, rekor ini menjadi motivasi bagi perpustakaan lain di seluruh Indonesia untuk melakukan hal serupa," kata Nasruddin usai menerima penghargaan. Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan dari berbagai pihak.
Pameran Karya Raya 2025: Wadah Kreativitas Anak
Pameran literasi Karya Raya 2025 menjadi kunci utama dalam pencapaian rekor MURI ini. Acara yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 25 September 2025 di Taman Ismail Marzuki ini menampilkan ribuan buku karya anak-anak dari berbagai daerah. Pameran ini diselenggarakan atas kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Karya Raya 2025 bukan hanya sekadar pameran buku. Acara ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka melalui tulisan. Pameran ini juga menjadi ajang untuk menginspirasi anak-anak lain agar lebih berani berkarya dan menulis.
Jumlah Karya dan Asal Penulis
Total karya buku anak yang dipamerkan dalam Karya Raya 2025 mencapai 1.870 buah. Jumlah ini melampaui rekor sebelumnya dan mengukuhkan posisi Perpustakaan Jakarta sebagai pencetak buku anak terbanyak di tingkat provinsi. Menariknya, dari total karya tersebut, 70 persen ditulis oleh anak-anak yang berasal dari Jakarta.
Sementara itu, 30 persen sisanya berasal dari luar Jakarta, bahkan ada juga kontribusi dari anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Keberagaman asal penulis ini menunjukkan bahwa Karya Raya 2025 memiliki jangkauan yang luas dan mampu menarik minat anak-anak dari berbagai latar belakang.
Apresiasi dari MURI
Perwakilan MURI, Lutvi Syah Pradana, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Perpustakaan Jakarta. Menurutnya, rekor ini merupakan bukti nyata komitmen Perpustakaan Jakarta dalam mengembangkan literasi anak.
"Museum Rekor MURI Indonesia mencatatkan sejarah baru. Perpustakaan Jakarta memecahkan rekornya sendiri di tahun 2025 dengan lebih dari 1000 karya buku anak. Hari ini terverifikasi ada sebanyak 1870 karya anak," ujar Lutvi saat memberikan penghargaan. Ia juga berharap, pencapaian ini dapat menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal serupa.
Penulis Anak: Cermin Pemimpin Masa Depan
Lebih lanjut, Nasruddin Djoko Surjono menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar memajang buku, melainkan menjadi bukti semangat generasi muda untuk menciptakan pengetahuan. Ia meyakini bahwa anak-anak yang menulis dalam ajang Karya Raya adalah calon pemimpin bangsa menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
"Anak-anak yang menulis Karya Raya ini adalah anak-anak yang nanti 20 tahun ke depan menjadi Generasi Emas Indonesia 2045. Mereka bukan hanya membaca, namun juga mencipta pengetahuan," tegas Nasruddin. Ia berharap, kedepannya akan semakin banyak siswa yang percaya diri dalam membuat karya.
Karya Raya: Lebih dari Sekadar Pameran
Karya Raya bukan hanya sekadar pameran buku anak. Ajang ini menjadi platform yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas anak-anak. Selain pameran buku, Karya Raya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain seperti lomba mendongeng Tell-A-Tale, pameran komik karya anak, dan berbagai workshop kreatif.
Adapun seleksi karya yang dipamerkan tidak dilakukan secara ketat, melainkan berdasarkan kriteria minimum yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berpartisipasi dan menunjukkan karya mereka.
Tentang Karya Raya
Karya Raya pertama kali diluncurkan pada tahun 2023. Program ini hadir sebagai platform kreatif yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menulis, menggambar, dan menerbitkan buku mereka sendiri. Hingga saat ini, Karya Raya telah melibatkan lebih dari 1.000 anak dari dalam dan luar negeri.
Melalui Karya Raya, anak-anak diajak untuk mengembangkan berbagai keterampilan, mulai dari menulis, menggambar, hingga berpikir kreatif. Program ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan penulis dan ilustrator profesional.
Proses Pembuatan Buku Anak
Proses pembuatan buku anak dalam Karya Raya terbilang cukup sederhana. Rata-rata anak menyelesaikan buku dalam waktu 1-2 minggu dengan dukungan dari orang tua. Proses ini melibatkan kegiatan menulis, menggambar, dan menyunting.
Setelah buku selesai dibuat, karya tersebut kemudian diunggah ke situs Karya Raya. Proses ini juga melibatkan digitalisasi serta penyuntingan visual selama 3-8 hari. Menariknya, anak-anak tidak hanya berkarya, tetapi juga diajak mengubah tulisan mereka menjadi produk yang bisa dipasarkan dan dibagikan ke publik. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam dunia literasi dan kewirausahaan.
Dengan pencapaian rekor MURI ini, Perpustakaan Jakarta semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan literasi anak di Indonesia. Diharapkan, program Karya Raya dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk melakukan hal serupa. Ke depan, Perpustakaan Jakarta berencana untuk memperluas jangkauan Karya Raya dan melibatkan lebih banyak anak dari seluruh Indonesia.