Akhir Kasus Kepsek Tampar Siswa Merokok, Damai Setelah Bertemu Gubernur

Table of Contents
Akhir Kasus Kepsek Tampar Siswa Merokok, Damai Setelah Bertemu Gubernur


Kasus penamparan siswa yang merokok oleh kepala sekolah di SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, akhirnya menemukan titik terang. Setelah mediasi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Banten, kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan.

Awal Mula Perseteruan: Siswa Merokok, Teguran Keras Berujung Laporan

Perseteruan ini bermula saat seorang siswa SMAN 1 Cimarga kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah, Dini Fitri, menegur siswa tersebut dengan nada tinggi yang berujung pada tindakan fisik.

Orang tua siswa yang tak terima melaporkan kejadian ini ke polisi. Tri Indah Alesti, salah seorang orang tua siswa, mengungkapkan keberatannya atas tindakan kepala sekolah. Kasus ini kemudian menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Reaksi Siswa dan Orang Tua: Mogok Sekolah

Imbas dari kejadian ini, ratusan siswa SMAN 1 Cimarga sempat mogok belajar sebagai solidaritas. Kegiatan belajar mengajar sempat terganggu, namun sekolah tetap berupaya menjalankan proses tersebut dengan menugaskan wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk mengawasi.

Intervensi Gubernur Banten: Kepala Sekolah Dinonaktifkan Sementara

Gubernur Banten turun tangan memfasilitasi mediasi. Sebagai langkah awal, Kepsek Dini dinonaktifkan sementara untuk meredam suasana dan memberikan kesempatan bagi proses mediasi. Lukman, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, menjelaskan penonaktifan sementara ini bertujuan agar suasana di sekolah kembali kondusif.

Proses Perdamaian: Pertemuan di Kantor Gubernur

Puncak mediasi adalah pertemuan antara Kepsek Dini dan siswa di Kantor Gubernur Banten, Rabu (15/10/2025). Pertemuan ini dihadiri Gubernur Banten, perwakilan Dinas Pendidikan, orang tua siswa, dan kuasa hukum. Suasana berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dan kedua belah pihak menyampaikan pandangan masing-masing.

Saling Minta Maaf dan Pengakuan Kesalahan

Dalam pertemuan tersebut, Kepsek Dini dan siswa saling meminta maaf. Kepsek Dini mengakui kesalahannya karena melakukan tindakan fisik dan menggunakan kata-kata kurang pantas. Siswa yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya karena merokok di lingkungan sekolah. "Saya minta maaf atas kesalahan saya," ujar siswa bernama Indra. "Ibu juga minta maaf atas tindakan ibu," timpal Kepsek Dini.

Keputusan Akhir: Kepala Sekolah Diaktifkan Kembali

Setelah mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai. Gubernur Banten memutuskan untuk mengaktifkan kembali Kepsek Dini. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan masukan dari berbagai pihak.

Status Hukum: Proses Belum Dicabut

Meski telah berdamai, proses hukum yang dilaporkan orang tua siswa belum dicabut. Polres Lebak belum menerima surat pencabutan laporan. Ipda Limbong, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polres Lebak, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Diharapkan suasana belajar di SMAN 1 Cimarga dapat kembali normal. Pihak sekolah dan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan pengawasan dan pembinaan siswa. Plt Kadisdikbud Provinsi Banten, Lukman, menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Kasus ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.