Bye-bye Legalisir! IPB University Bikin Ijazah Digital, Lebih Simpel!

Table of Contents
Bye-bye Legalisir! IPB University Bikin Ijazah Digital, Lebih Simpel!


IPB University Umumkan Ijazah Digital: Goodbye Legalisir Manual Mulai 2025!

IPB University membuat gebrakan baru dengan mengadopsi ijazah digital mulai 1 Februari 2025. Kabar baiknya, setiap lulusan akan menerima ijazah dalam format digital, plus salinan cetak. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah proses verifikasi, meningkatkan keamanan dokumen kelulusan, serta menjawab kebutuhan di era serba digital ini.

Keunggulan Ijazah Digital IPB University

Akses Mudah dan Keamanan Terjamin

Ijazah digital ini menawarkan keamanan ekstra. Sistemnya terhubung langsung dengan Nomor Ijazah Nasional (NINA) melalui Portal Informasi Sistem Ijazah Nasional (PISN). Koneksi ini jadi tameng ampuh melawan pemalsuan dan manipulasi data.

"Keterhubungan dengan NINA ini krusial untuk memastikan ijazah valid. Semua orang bisa memverifikasi keasliannya secara online," jelas Prof. Deni Noviana, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan.

Kabar baik lainnya, lulusan tak perlu panik jika ijazah fisik hilang. File ijazah digital tersimpan aman di sistem dan bisa diakses kapan saja. "Cetakannya pun sama persis dengan format digitalnya, jadi keasliannya terjamin," imbuh Prof. Deni. Dengan sistem penyimpanan digital ini, akses ke dokumen penting tetap terjaga, walau ijazah fisik lenyap atau rusak.

Legalisir? Tak Perlu Lagi!

Ijazah digital ini juga memangkas birokrasi. Dengan integrasi ke PISN, legalisir manual jadi masa lalu. Perusahaan atau institusi pemerintah bisa langsung mengecek keaslian ijazah secara online.

"Sekarang, legalisir manual sudah tidak relevan. Cukup masukkan nomor ijazah ke PISN, semua orang bisa memverifikasi dokumen," kata Prof. Deni. Hal ini tentu menghemat waktu dan biaya yang sebelumnya terbuang untuk legalisir.

Layanan Legalisir Tetap Siaga

Meski begitu, IPB University tetap menyediakan layanan legalisir bagi yang membutuhkannya. Beberapa perusahaan, kementerian, atau institusi mungkin saja masih meminta salinan ijazah yang dilegalisir.

"Sejatinya, legalisir sudah tidak diperlukan. Tapi, karena masih ada permintaan, IPB University tetap siap melayani," lanjut Prof. Deni, menunjukkan fleksibilitas kampus dalam mengakomodasi kebutuhan para lulusan.

Fitur Bilingual dan Peminatan Prodi

Ijazah digital IPB University juga dilengkapi fitur bilingual (Indonesia dan Inggris), plus transkrip akademik digital dalam kedua bahasa. Peminatan studi juga dicantumkan dengan jelas.

Fitur-fitur ini akan sangat membantu lulusan yang membutuhkan dokumen lengkap dan/atau versi bahasa Inggris untuk melamar kerja di perusahaan multinasional atau melanjutkan studi ke luar negeri. Informasi peminatan prodi juga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kompetensi dan keahlian lulusan.

Tantangan di Balik Layar: Keamanan Siber

Implementasi ijazah digital tentu tak lepas dari tantangan, terutama soal keamanan siber. Risiko peretasan dan pencurian data menjadi perhatian utama. IPB University menyadari hal ini dan terus berbenah untuk memperkuat sistem keamanan demi melindungi data lulusan.

"Tantangan ke depan adalah keamanan siber," ungkap Prof. Deni. Beliau menjelaskan bahwa IPB University terus mengevaluasi dan memperbarui sistem keamanan, serta menggandeng ahli keamanan siber untuk memastikan sistem terlindungi dengan baik.

Terlepas dari tantangan yang ada, Prof. Deni optimis bahwa ijazah digital ini adalah langkah maju yang penting bagi IPB University. "Pada prinsipnya, ini adalah terobosan besar untuk akuntabilitas pendidikan tinggi," pungkasnya. Transformasi digital ini merupakan bagian dari upaya IPB University untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Implementasi ijazah digital ini menandai era baru administrasi akademik yang lebih efisien, aman, dan mudah diakses.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.