Dari Oxford ke Istana, Kisah Inspiratif Asisten Khusus Prabowo, Dirgayuza Setiawan
Dari bangku Oxford langsung ke Istana, begitulah kira-kira perjalanan karier Dirgayuza Setiawan. Intelektual muda ini kini mengemban amanah sebagai Asisten Khusus Presiden, sebuah posisi strategis yang diumumkan pada Rabu, 8 Oktober 2025. Pelantikannya di Istana Negara menandai babak baru bagi pria yang akrab disapa Dirga ini. Dengan latar belakang pendidikan yang mentereng, banyak pihak menaruh harapan besar padanya untuk memberikan kontribusi positif bagi perumusan kebijakan negara.
Keluarga: Kombinasi Militer dan Olahraga
Dirgayuza lahir dari keluarga yang mendedikasikan diri untuk negara dan olahraga. Sang ayah, Kapten CDM Dr. Boyke Setiawan, bukan hanya seorang pelatih terjun payung militer, tetapi juga pernah menjadi dokter pribadi Prabowo Subianto. Sementara sang ibu, Jasmin Kartiasa Prawirabisma, adalah atlet terjun payung dengan jam terbang tinggi: lebih dari 3.000 kali terjun dan koleksi lebih dari 100 medali di berbagai ajang, baik nasional maupun internasional.
Pendidikan Tinggi di Universitas Top Dunia
Perjalanan akademis Dirgayuza membawanya ke berbagai penjuru dunia. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Melbourne, Australia, dengan jurusan Ilmu Politik dan Media Komunikasi. Universitas ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Setelah itu, ia melanjutkan studi masternya di Universitas Oxford, Inggris, mengambil bidang Social Science of The Internet. Selama di Oxford, Dirgayuza menerima beasiswa bergengsi dari Jardine Foundation, yayasan yang didirikan oleh konglomerat multinasional Inggris, Jardine Matheson Group.
Merintis Karier di Berbagai Bidang
Sebelum terjun ke pemerintahan, Dirgayuza telah aktif berkontribusi di berbagai bidang. Semasa kuliah, ia terlibat di ABC Radio Australia dan BBC Inggris. Ia juga memproduksi film dokumenter berjudul "Lingkar Ide Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA)," yang menampilkan hasil riset mahasiswa Indonesia di Australia.
Pengalaman magang sebagai asisten pribadi Telmo Languiller, anggota DPRD Victoria dari Partai Buruh Australia, memberinya wawasan tentang pembuatan kebijakan di tingkat lokal. Keahlian analisisnya pun terasah melalui riset kebijakan publik di Australia dan Amerika Serikat.
Jejak Karier: Dari Konsultan Hingga Istana
Karier Dirgayuza terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Strategi, Aset, dan Manajemen Risiko di ID FOOD, Induk Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), hingga tahun 2024. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Direktur Pengembangan Usaha dan Pemasaran PT Angkasa Transportindo Selaras, perusahaan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma bersama PT Angkasa Pura II (Persero). Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agro Industri Nasional, perusahaan gabungan tiga BUMN yang bergerak di sektor pangan, perikanan, dan perkebunan.
Pengalamannya sebagai konsultan di McKinsey & Company, perusahaan konsultan manajemen global, semakin mempertajam kemampuan analisis dan pemecahan masalahnya. Sebelum menjadi Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza menjabat sebagai Ketua Tim Tenaga Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan.
Karya dan Kontribusi Pemikiran
Dirgayuza juga dikenal sebagai penulis. Beberapa buku yang telah ia tulis antara lain "Nilai-Nilai Pendekar Pejuang," "Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot," dan "100 Ide untuk Presiden & DPR Baru." Ia juga terlibat sebagai editor buku-buku Prabowo Subianto, seperti "Paradoks Indonesia," "Indonesia Menang," "Kepemimpinan Militer," dan "Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045."
Selain itu, Dirgayuza aktif di Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengalaman dan pengetahuannya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan sebagai Asisten Khusus Presiden.