Diwali, Lebih dari Sekadar Festival Cahaya yang Bikin Penasaran
Diwali, sang festival cahaya, bukan sekadar pesta visual yang memanjakan mata. Lebih dari itu, Diwali adalah perayaan sarat makna, tradisi, dan sejarah panjang yang telah memikat jutaan hati di seluruh dunia.
Makna di Balik Gemerlap Diwali
Diwali, yang juga dikenal sebagai Deepavali, secara harfiah berarti "deretan lampu." Bagi umat Hindu, Jain, dan Sikh, ini adalah festival keagamaan terpenting yang dirayakan selama lima hari berturut-turut. Perayaan ini dimulai pada hari ke-13 fase gelap bulan Ashvina dan berakhir pada hari kedua fase terang bulan Karttika dalam kalender lunar Hindu. Biasanya, momen istimewa ini dirayakan antara akhir Oktober hingga awal November.
Inti dari Diwali adalah perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan, terang atas kegelapan, dan kebijaksanaan atas kebodohan. Caranya? Dengan menyalakan lampu atau diya, menghias rumah dengan rangoli cantik, serta berbagi hadiah dan hidangan manis.
Jejak Sejarah Diwali
Sejarah Diwali kaya akan legenda dan kisah yang beragam di berbagai wilayah India. Jejak perayaan ini bahkan dapat ditemukan dalam Kamasutra Vatsyayana dari abad ke-3 Masehi, di mana Diwali dikenal sebagai Yaksharatri, malam untuk memuja roh alam. Catatan yang lebih lengkap tentang Diwali sebagai festival lampu musim gugur dengan berbagai versinya, ditemukan dalam kitab Purana (400-1500 M).
Di India Utara, Diwali sering dikaitkan dengan kisah kembalinya Rama, sang pahlawan epik Ramayana, ke Ayodhya setelah mengalahkan Rahwana. Sementara itu, di Bengal, festival ini didedikasikan untuk Dewi Kali, sang penghancur kejahatan. Di India Selatan, Diwali menandai kemenangan Krishna atas raksasa Narakasura. Tak hanya itu, beberapa tradisi lain merayakan Diwali sebagai hari pernikahan Lakshmi, dewi kemakmuran, dengan Dewa Wisnu, atau bahkan sebagai hari kelahiran Dewi Lakshmi.
"Diwali adalah waktu untuk merenungkan dan merayakan nilai-nilai universal," ujar Pandit Ravi Sharma, tokoh agama Hindu terkemuka. "Ini adalah saat yang tepat untuk memperbarui komitmen kita terhadap kebaikan dan welas asih."
Semarak Perayaan Diwali
Meskipun perayaan Diwali berbeda-beda tergantung wilayah dan tradisi keluarga, ada beberapa elemen penting yang selalu hadir di seluruh India dan di antara diaspora India di seluruh dunia. Persiapan dimulai jauh sebelum hari perayaan, dengan membersihkan dan mendekorasi rumah. Pada malam Diwali, lampu-lampu diya dinyalakan dan ditempatkan di sepanjang rumah, kuil, dan tepi sungai. Rumah-rumah dihiasi dengan rangoli yang rumit, dan pintu serta jendela dibiarkan terbuka lebar untuk menyambut Dewi Lakshmi. Keluarga berkumpul untuk berdoa, bertukar hadiah, dan menikmati hidangan lezat bersama. Kembang api dan petasan juga menambah semarak dan kegembiraan suasana Diwali.
Menurut data Kementerian Kebudayaan India, partisipasi dalam perayaan Diwali terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang terlibat dalam kegiatan sosial dan budaya yang terkait dengan festival ini.
Rangkaian Hari dalam Perayaan Diwali
Diwali dirayakan selama lima hari, dan setiap hari memiliki makna serta tradisi tersendiri:
Hari Pertama: Dhanteras
Dhanteras, hari pertama Diwali, adalah waktu yang tepat untuk membersihkan rumah dan membeli barang-barang berharga, terutama emas dan perak. Umat Hindu percaya bahwa membeli barang pada hari ini akan membawa keberuntungan dan kemakmuran. Pada hari Dhanteras, Dewi Lakshmi dan Dewa Kubera, dewa kekayaan, menjadi fokus utama pemujaan.
Hari Kedua: Naraka Chaturdashi (Choti Diwali)
Naraka Chaturdashi, atau Choti Diwali (Diwali Kecil), memperingati kemenangan Krishna atas raksasa Narakasura. Hari ini ditandai dengan mandi minyak wangi sebelum matahari terbit dan memanjatkan doa untuk arwah leluhur. Diyakini bahwa mandi pada hari ini akan membersihkan diri dari dosa dan kejahatan.
Hari Ketiga: Lakshmi Puja
Lakshmi Puja adalah puncak dari perayaan Diwali. Pada hari ini, keluarga memuja Dewi Lakshmi dan memohon berkah-Nya untuk kemakmuran dan keberuntungan. Rumah-rumah diterangi dengan diya dan lilin, dan keluarga berkumpul untuk melakukan puja (upacara keagamaan) khusus. Kembang api dan petasan dinyalakan untuk merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Lakshmi Puja biasanya dilakukan pada saat amavasya atau bulan baru.
Hari Keempat: Govardhan Puja, Balipratipada, atau Annakut
Hari keempat Diwali memiliki berbagai nama dan makna, tergantung pada wilayahnya. Di beberapa daerah, hari ini dikenal sebagai Govardhan Puja, yang memperingati kisah Krishna mengangkat Bukit Govardhan untuk melindungi para penggembala sapi dari amukan Dewa Indra. Di daerah lain, hari ini dirayakan sebagai Balipratipada, yang menghormati Raja Bali. Annakut, yang berarti "gunungan makanan", juga dirayakan pada hari ini dengan mempersembahkan berbagai jenis makanan kepada para dewa.
Hari Kelima: Bhai Dooj, Bhai Tika, atau Bhai Bij
Bhai Dooj, atau dikenal juga sebagai Bhai Tika atau Bhai Bij, adalah hari terakhir Diwali yang merayakan ikatan istimewa antara saudara laki-laki dan perempuan. Pada hari ini, para saudara perempuan memberikan tika (tanda di dahi) kepada saudara laki-laki mereka, mendoakan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sebagai balasannya, saudara laki-laki memberikan hadiah kepada saudara perempuannya.
Diwali adalah momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman, bertukar hadiah, mengenakan pakaian baru, menikmati hidangan lezat, dan berbagi kebahagiaan. Festival ini bukan hanya memiliki makna religius, tetapi juga merupakan perayaan budaya dan sosial yang penting di India dan di seluruh dunia.
"Diwali mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan keharmonisan," kata Priya Patel, seorang warga India yang merayakan Diwali di luar negeri. "Ini adalah waktu untuk melupakan perbedaan kita dan merayakan apa yang menyatukan kita."
Seiring berjalannya waktu, Diwali terus berevolusi, tetapi esensinya tetap sama: sebuah perayaan cahaya, harapan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Diwali adalah pengingat bahwa bahkan di tengah kegelapan, selalu ada cahaya yang dapat membimbing kita menuju jalan yang benar. Kini, perayaan Diwali telah mendunia, dibawa oleh diaspora India, memperkaya keragaman budaya global dan menjadi bukti kekuatan abadi tradisi dan nilai-nilai universal.