Greta Thunberg, Kabar Terbaru dari Misinya ke Gaza

Table of Contents
Greta Thunberg, Kabar Terbaru dari Misinya ke Gaza


Greta Thunberg, aktivis iklim yang dikenal luas, kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan tentang aksi protes iklim, melainkan partisipasinya dalam misi kemanusiaan untuk Gaza, wilayah Palestina yang tengah dilanda krisis. Aksi ini merupakan bagian dari upaya Armada Sumud Global untuk menembus blokade Israel dan menyalurkan bantuan vital bagi warga Gaza. Namun, perjalanan armada ini tidak berjalan sesuai rencana.

Misi Armada Sumud Global ke Gaza: Upaya Penembusan Blokade

Armada Sumud Global, yang terdiri dari puluhan kapal, memulai pelayarannya dari Spanyol bulan lalu. Di dalamnya terdapat aktivis, politisi, dan relawan kemanusiaan yang bertekad mengakhiri blokade laut Israel atas Gaza. Misi ini didorong oleh laporan PBB tentang "kelaparan buatan manusia" akibat blokade berkepanjangan. "Kami tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan warga Gaza," tegas Sarah Lee, koordinator lapangan Armada Sumud Global, sebelum keberangkatan. "Kami membawa harapan dan bantuan bagi mereka yang sangat membutuhkan." Armada ini, dengan sekitar 45 kapal, membawa pasokan penting seperti makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

Angkatan Laut Israel Mengadang Armada Sumud Global

Upaya Armada Sumud Global mencapai Gaza terhenti pada Rabu, 24 September 2025, ketika Angkatan Laut Israel (AL Israel) mencegat kapal-kapal tersebut. AL Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan, melarang armada memasuki perairan Gaza karena dianggap melanggar blokade. Dalam pernyataan resminya, AL Israel menyatakan tindakan mereka bertujuan mencegah masuknya kapal-kapal yang berpotensi digunakan untuk tujuan militer oleh kelompok militan di Gaza. "Kami tidak akan mentolerir upaya apa pun untuk melanggar blokade kami dan membahayakan keamanan warga Israel," kata juru bicara AL Israel. Meski dihadang, sebagian kapal Armada Sumud Global sempat mendekati pantai Jalur Gaza. Pada Kamis pagi, 25 September 2025, Armada Sumud Global mengklaim sekitar 30 kapal berhasil mendekat hingga 74 kilometer dari pantai Gaza sebelum akhirnya dihentikan total.

Kondisi Greta Thunberg dan Aktivis Lain: Klaim dan Bantahan

Pasca-pencegatan, pemerintah Israel menyatakan bahwa Greta Thunberg dan aktivis lainnya dalam kondisi aman dan sehat. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan membagikan video di media sosial yang memperlihatkan Thunberg mengumpulkan barang-barangnya setelah penahanan. "Greta dan teman-temannya aman dan sehat," tulis keterangan video tersebut. Namun, pemerintah Israel juga mengecam aksi Armada Sumud Global sebagai "provokasi" dan menuduh adanya keterlibatan Hamas dalam pendanaan dan pengorganisasian pelayaran. "Kami memiliki bukti bahwa Hamas secara langsung terlibat dalam mendanai dan mendukung pelayaran ini," klaim Kementerian Luar Negeri Israel, merujuk pada dokumen yang ditemukan di Gaza yang menunjukkan hubungan antara Hamas dan Armada Sumud Global.

Pihak Armada Sumud Global membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa misi mereka murni kemanusiaan dan tidak memiliki agenda politik. "Tuduhan keterlibatan Hamas adalah kebohongan belaka," tegas Lee. "Kami adalah organisasi independen yang berdedikasi untuk membantu warga sipil yang membutuhkan." Armada Sumud Global juga mengecam tindakan AL Israel sebagai pelanggaran hukum internasional, berpendapat bahwa pencegatan tersebut ilegal karena terjadi di perairan internasional. "Kami berhak berlayar di perairan internasional dan mengirimkan bantuan kepada warga Gaza," kata Lee. Upaya diplomasi tengah diupayakan untuk menjamin keselamatan dan pembebasan para aktivis yang ditahan.

Reaksi Internasional: Protes dan Kecaman

Pencegatan Armada Sumud Global memicu gelombang protes di berbagai negara. Demonstran pro-Palestina turun ke jalan di Italia, Turki, Yunani, Tunisia, dan Argentina untuk menunjukkan solidaritas dengan Armada Sumud Global dan warga Gaza. Para pengunjuk rasa mengutuk tindakan Israel dan menuntut diakhirinya blokade atas Gaza. Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang mengecam pencegatan tersebut sebagai "tindakan terorisme." "Kami mengutuk keras tindakan brutal Israel terhadap aktivis kemanusiaan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki.

Reaksi keras juga datang dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menyebut tindakan Israel sebagai "kejahatan internasional." Petro memerintahkan pengusiran diplomat Israel dari Kolombia sebagai bentuk protes. "Kami tidak akan mentolerir pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel," tegas Petro. Tindakan Petro menuai pujian dari kelompok pro-Palestina, tetapi juga kritik dari beberapa pihak yang menganggapnya terlalu ekstrem. Meskipun demikian, langkah Kolombia ini menunjukkan meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel terkait perlakuannya terhadap warga Palestina di Gaza.

Situasi di Gaza terus menjadi perhatian global. Upaya bantuan kemanusiaan, seperti yang dilakukan oleh Armada Sumud Global, seringkali menghadapi kendala akibat blokade yang diberlakukan. Sementara ketegangan terus berlanjut, komunitas internasional terus berupaya mencari solusi damai dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan bagi penduduk Gaza. Greta Thunberg, meskipun misinya kali ini terhambat, tetap menjadi simbol perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan di seluruh dunia.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.