Inovasi Digital Global Dibahas Tuntas di The 7th Open Society Conference UT!

Table of Contents
Inovasi Digital Global Dibahas Tuntas di The 7th Open Society Conference UT!


Universitas Terbuka (UT) baru saja sukses menggelar The 7th Open Society Conference (OSC), sebuah ajang penting yang membahas inovasi digital berskala global. Konferensi ini menjadi wadah bertukar pikiran bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi yang peduli pada inovasi digital berkeadilan sosial. Bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), acara yang digelar secara hybrid ini mendatangkan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai salah satu pembicara kunci.

Inovasi Digital untuk Semua: Fokus Utama Konferensi

Mengangkat tema “Collaborative Digital Transformation for Social Inclusion: Innovations, Equity, and Global Lessons,” konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan inklusi sosial. Diskusi yang hangat berfokus pada cara agar inovasi digital dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang, tanpa terkecuali. Kesenjangan digital, isu etika dalam pengembangan teknologi, dan perlindungan data pribadi juga menjadi topik bahasan yang menarik perhatian para peserta.

"Inovasi digital punya potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tapi kita harus memastikan manfaatnya merata," ujar seorang pakar teknologi dari Universitas Gadjah Mada yang hadir sebagai peserta.

Konferensi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat sipil, untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan keterampilan digital, peningkatan infrastruktur teknologi di daerah terpencil, dan penyediaan akses internet yang terjangkau menjadi poin-poin penting yang dibahas secara mendalam.

Antusiasme Global: Ratusan Artikel dari Berbagai Negara

The 7th Open Society Conference berhasil menarik perhatian banyak pihak. Panitia mencatat ada 132 abstrak dan 113 full paper yang diterima dari berbagai institusi, baik dari dalam maupun luar negeri. Partisipasi internasional ini menunjukkan komitmen UT dalam menjalin kerja sama global dan meningkatkan kualitas riset di bidang inovasi digital.

Menurut data yang dikumpulkan, 104 artikel berasal dari Indonesia, sementara sisanya datang dari negara-negara seperti Spanyol, Uni Emirat Arab, Taiwan, Malaysia, Irlandia, dan India. Keberagaman asal artikel ini memberikan perspektif global yang kaya dan wawasan berharga tentang tantangan serta peluang inovasi digital di berbagai konteks sosial dan budaya.

"Kami sangat senang dengan antusiasme dan partisipasi tinggi dari para akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa isu inklusi sosial di era digital semakin relevan dan penting untuk dibahas bersama," kata Ketua Panitia OSC ke-7, Prof. Dr. Ani Purwanti.

Pembicara Inspiratif: Perspektif dari Berbagai Belahan Dunia

Selain Sandiaga Salahuddin Uno, konferensi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara kunci ternama dari berbagai negara. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai inovasi digital dan inklusi sosial dari sudut pandang yang beragam.

Prof. Dawn Mannay dari Cardiff University (Inggris) membahas pentingnya mempertimbangkan aspek gender dan keberagaman dalam pengembangan teknologi digital. Sementara itu, Prof. Dr. Liu, Day-Yang dari National Taiwan University of Science & Technology menyoroti peran teknologi cerdas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pembicara lainnya termasuk Prof. Dr. Darmanto dari Universitas Terbuka, yang memaparkan strategi UT dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Hanna Keraf, Founder Du Anyam, berbagi kisah suksesnya dalam memberdayakan perempuan pengrajin melalui platform digital. Dr. Nik Norliati Fitri Md Nor dari Universiti Sains Malaysia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi tantangan global di bidang inovasi digital.

Komitmen UT: Kolaborasi Global dan Akses Pendidikan yang Merata

Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam forum ilmiah internasional dan memperkuat kolaborasi global. The Open Society Conference menjadi bukti nyata upaya UT dalam menjembatani ilmu pengetahuan, teknologi, dan keadilan sosial, baik di tingkat nasional maupun global.

"Sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh, UT memiliki tanggung jawab untuk memastikan pendidikan tinggi dapat diakses oleh semua orang. Kami percaya bahwa teknologi digital dapat menjadi alat yang ampuh untuk mencapai tujuan ini," tegas Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.

UT terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jangkauan pendidikan, dan menyediakan layanan yang lebih fleksibel bagi para mahasiswanya melalui platform digital. Selain itu, UT juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mengembangkan program-program pendidikan yang inovatif dan relevan.

Sinergi untuk Inovasi: Kolaborasi dan Dukungan dalam Penyelenggaraan OSC ke-7

Penyelenggaraan The 7th Open Society Conference didukung oleh kolaborasi dari berbagai pihak. Universitas Terbuka bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universitas Mulawarman sebagai co-host. Keterlibatan USM dan Universitas Mulawarman menunjukkan sinergi yang kuat antarperguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang sosial dan humaniora.

Konferensi ini juga berkolaborasi dengan World Scientific Publishing dan IDSCIPUB sebagai mitra publikasi internasional, yang akan menyebarluaskan hasil riset dari konferensi ini. OSC ke-7 juga mendapatkan dukungan finansial dari berbagai sponsor, termasuk ParagonCorp, PT Gramedia, Moratelindo, Bank BTN, BRI, Mandiri, BSI, dan Pos Indonesia.

Kolaborasi dan dukungan ini membuktikan bahwa inovasi digital dan inklusi sosial adalah isu penting bagi semua kalangan. Diharapkan, hasil dari konferensi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kebijakan, praktik, dan riset di bidang inovasi digital dan inklusi sosial, serta mendorong terciptanya masyarakat digital yang lebih adil dan berkelanjutan.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.