Intip Jurus Sekolah di China dan Inggris Hadapi Siswa Bandel!

Table of Contents
Intip Jurus Sekolah di China dan Inggris Hadapi Siswa Bandel!


Kasus penamparan siswa merokok oleh kepala sekolah di Banten baru-baru ini sempat ramai dibicarakan. Meski sudah diselesaikan secara kekeluargaan, peristiwa ini memicu diskusi tentang bagaimana sekolah seharusnya menegakkan disiplin. Ternyata, isu serupa juga menjadi perhatian di negara lain. Bagaimana sekolah di China dan Inggris menghadapi siswa yang melanggar aturan? Mari kita simak.

Disiplin Ala Sekolah di China: Ada Pedoman Jelas

Di China, kedisiplinan menjadi fokus utama, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah. Pada tahun 2021, pemerintah mengeluarkan panduan khusus yang mengatur tata cara pendisiplinan siswa. Tujuannya? Untuk mengurangi potensi konflik antara sekolah dan orang tua terkait proses pendidikan. Pedoman ini menjabarkan dengan detail batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan guru.

Apa Saja yang Diatur dalam Pedoman Disiplin?

Pedoman ini memberikan definisi yang jelas mengenai tindakan siswa yang dianggap melanggar aturan sekolah dan memerlukan tindakan disiplin. Dengan panduan yang terperinci ini, diharapkan guru dapat mengambil langkah yang tepat dan terukur dalam menghadapi berbagai pelanggaran.

Tingkatan Pelanggaran dan Sanksi di China

Pedoman disiplin di China membagi tindakan pendisiplinan menjadi tiga tingkatan, sesuai dengan tingkat keseriusan pelanggaran. Contohnya, tidak mematuhi instruksi di kelas, mengganggu ketertiban, merokok, minum alkohol, hingga melakukan perundungan.

Umumnya, guru diizinkan memberikan teguran langsung atau meminta maaf kepada siswa yang melanggar, tanpa harus memberitahu orang tua terlebih dahulu. Namun, jika pelanggaran lebih berat, guru wajib berkomunikasi dengan orang tua sebelum menjatuhkan hukuman.

Menurut Hua, seorang guru SMP di Wuxi, Provinsi Jiangsu, seperti dikutip Global Times, "Dengan pedoman ini, guru dapat mengkritik perilaku yang tidak pantas tanpa khawatir apakah hukumannya terlalu ringan atau terlalu berat, yang akan menimbulkan keberatan dari orang tua yang menganggapnya 'tidak pantas'." Hal ini menunjukkan upaya menciptakan standar yang jelas dan terukur dalam pendisiplinan siswa.

Inggris: Lebih Mengutamakan Pendekatan Konstruktif

Berbeda dengan China, sekolah-sekolah di Inggris punya pendekatan yang berbeda. Di sana, hukuman fisik dilarang keras dan pendekatan yang lebih konstruktif diutamakan.

Hukuman Fisik? No Way!

Salah satu perbedaan mencolok adalah larangan penggunaan hukuman fisik. Sekolah di Inggris lebih memilih pendekatan persuasif dan edukatif.

Jenis Hukuman yang Diterapkan di Inggris

Pelanggaran berat yang sering terjadi di sekolah-sekolah Inggris antara lain membolos, merokok, berkata kasar, mencuri, melakukan kekerasan fisik, hingga perundungan. Mengganggu proses belajar dan berpakaian tidak sesuai aturan juga termasuk pelanggaran berat. Jika pelanggaran siswa tergolong fatal, sekolah biasanya akan menjatuhkan beberapa jenis hukuman.

Hukuman Menulis

Siswa diminta menulis kalimat tertentu berulang-ulang, terkadang hingga ratusan kali, di selembar kertas. Contohnya: "Saya tidak boleh berteriak di kelas." Hukuman ini bertujuan memberikan efek jera dan menanamkan kesadaran akan kesalahan.

Penahanan (Detention)

Siswa harus tetap berada di sekolah setelah jam pelajaran usai. Selama penahanan, siswa biasanya diminta mengerjakan tugas tambahan selama 30 menit hingga satu jam sebelum diizinkan pulang.

Skorsing

Siswa dilarang memasuki gedung sekolah atau mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga sekolah mengadakan rapat membahas kasusnya. Masa skorsing bisa 1 hingga 45 hari dalam satu semester. Selama masa skorsing, sekolah biasanya memberikan tugas yang harus dikerjakan di rumah dengan bimbingan tutor atau guru khusus.

Pengeluaran (Expulsion)

Ini adalah hukuman terberat, di mana siswa dikeluarkan dari sekolah secara permanen dan tidak diizinkan kembali. Siswa harus mencari sekolah baru atau metode pendidikan alternatif, seperti guru privat atau pusat khusus untuk siswa bermasalah.

Kunci Sukses: Komunikasi Sekolah dan Orang Tua

Baik di China maupun di Inggris, satu hal yang ditekankan adalah pentingnya komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua. Komunikasi yang baik memungkinkan diskusi mengenai berbagai hal, mulai dari kurikulum, tugas, persoalan anak, hingga penanganan kasus-kasus penting.

Banyak sekolah juga membuat semacam kontrak atau perjanjian dengan orang tua, yang berisi penjelasan mengenai disiplin dan peraturan sekolah. Tujuannya agar orang tua ikut bertanggung jawab atas perilaku anak dan menghormati metode pendisiplinan yang diterapkan di sekolah. Dengan adanya kontrak ini, diharapkan terjalin pemahaman dan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua dalam mendidik siswa.

Pendekatan berbeda dalam menangani siswa bermasalah di China dan Inggris menunjukkan bahwa tidak ada solusi tunggal yang cocok untuk semua. Namun, kesamaan mendasar adalah pentingnya penegakan disiplin yang konsisten, komunikasi efektif, dan kerja sama erat antara sekolah dan orang tua. Inilah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan membantu siswa mengembangkan karakter positif.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.