Kampus Berubah, Nasib Akreditasi SKSG-SIL UI Jadi Sorotan Mahasiswa!

Table of Contents
Kampus Berubah, Nasib Akreditasi SKSG-SIL UI Jadi Sorotan Mahasiswa!


Sorotan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tertuju pada perubahan di kampusnya. Peluncuran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) pada Rabu, 22 Oktober 2025, di Kampus UI Depok, memicu beragam pertanyaan. SPPB ini merupakan hasil penggabungan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL), sebuah kebijakan yang langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa pascasarjana.

Penggabungan SKSG dan SIL UI: Apa yang Membuat Mahasiswa Resah?

Penggabungan dua institusi pascasarjana ini tak pelak menimbulkan tanda tanya. Mahasiswa mempertanyakan dasar strategis di balik penyatuan ini, terutama soal dampaknya terhadap kualitas pendidikan yang selama ini mereka nikmati. Kurangnya transparansi dalam proses penggabungan menambah keraguan, membuat sebagian mahasiswa merasa suara mereka kurang didengar.

Mengapa Penggabungan Ini Dilakukan?

Pihak universitas berdalih bahwa penggabungan SKSG dan SIL bertujuan untuk memperkuat peran UI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi ini diharapkan menghasilkan lulusan yang lebih mumpuni dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan yang semakin kompleks. "Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang pembangunan berkelanjutan," ujar seorang sumber internal UI. Namun, penjelasan ini belum sepenuhnya mampu menenangkan mahasiswa.

Apa Saja Kekhawatiran Mahasiswa?

Kekhawatiran utama mahasiswa tertuju pada potensi perubahan status akreditasi program studi. Akreditasi yang selama ini menjadi jaminan mutu pendidikan dikhawatirkan harus diulang. Proses akreditasi ulang ini diyakini akan memakan waktu dan sumber daya, berpotensi mengganggu kelancaran studi. Tak hanya itu, penyesuaian ijazah akibat perubahan nama sekolah juga menjadi perhatian tersendiri. Alumni khawatir perubahan nama ini dapat menimbulkan kebingungan di masa mendatang.

Proses Penggabungan yang Dipertanyakan

Proses penggabungan SKSG dan SIL tak luput dari kritik. Mahasiswa menilai pengambilan keputusan terkesan terburu-buru dan kurang melibatkan mereka sebagai pemangku kepentingan utama.

Transparansi Minim, Partisipasi Kurang

Forum Mahasiswa Doktoral dan Magister Sekolah Ilmu Lingkungan UI (FMDM SIL UI) secara terbuka menyampaikan kekecewaannya atas kurangnya transparansi dan minimnya partisipasi mahasiswa dalam proses penggabungan ini. Menurut mereka, keputusan strategis seperti ini seharusnya melibatkan diskusi mendalam dengan seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, agar aspirasi dan kekhawatiran mereka dapat didengar dan dipertimbangkan. "Kami merasa diabaikan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada masa depan pendidikan kami," tegas perwakilan FMDM SIL UI.

Pernyataan Sikap FMDM SIL UI: Apa yang Mereka Tuntut?

FMDM SIL UI telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang berisi sejumlah tuntutan kepada pimpinan UI. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyoroti ketidakjelasan prosedur penggabungan yang dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia. Forum ini juga menyoroti terbatasnya ruang dialog dengan mahasiswa, sehingga keputusan penggabungan terkesan sepihak. "Kami tidak menolak perubahan, namun kami menolak proses yang tidak partisipatif dan transparan," bunyi pernyataan sikap tersebut.

Dampak Penggabungan: Apa yang Dikhawatirkan?

Penggabungan SKSG dan SIL berpotensi menimbulkan dampak signifikan di berbagai bidang, terutama dalam ranah akademik. Mahasiswa khawatir dampak ini akan mengganggu kelancaran studi mereka.

Akreditasi Ulang dan Penyesuaian Ijazah: Dampak Jangka Panjang?

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah perlunya akreditasi ulang program studi di SPPB. Proses ini berpotensi memakan waktu dan sumber daya, serta dapat mempengaruhi reputasi dan daya saing lulusan. Selain itu, penyesuaian ijazah dengan nama sekolah yang baru juga menjadi perhatian, mengingat hal ini dapat menimbulkan kebingungan bagi para alumni di kemudian hari.

Gangguan Proses Belajar-Mengajar: Bagaimana Studi Berjalan?

Mahasiswa juga mengkhawatirkan potensi gangguan terhadap proses belajar-mengajar dan administrasi penerima beasiswa akibat perubahan struktur organisasi dan sistem administrasi di SPPB. Perubahan kurikulum dan sistem perkuliahan juga dapat membingungkan mahasiswa yang sudah terlanjur mengambil mata kuliah di SKSG atau SIL. "Kami khawatir proses transisi ini akan mengganggu kelancaran studi kami," ungkap seorang mahasiswa SKSG.

Tuntutan Mahasiswa: Apa yang Mereka Inginkan?

Menanggapi situasi ini, FMDM SIL UI mengajukan sejumlah tuntutan kepada pimpinan UI. Tuntutan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran mahasiswa.

Penundaan Peresmian SPPB: Hingga Kapan?

Tuntutan utama mahasiswa adalah penundaan peresmian SPPB hingga ada mekanisme yang jelas dan partisipatif dalam proses penggabungan SKSG dan SIL. Mereka meminta pimpinan UI untuk membuka ruang dialog yang bermartabat dengan seluruh sivitas akademika agar aspirasi dan kekhawatiran mahasiswa dapat didengar dan dipertimbangkan secara serius. "Kami meminta pimpinan UI untuk menunda peresmian SPPB hingga semua masalah terkait proses penggabungan ini terselesaikan," tegas perwakilan FMDM SIL UI.

Desakan Forum Terbuka: Apa Tujuannya?

Selain penundaan peresmian SPPB, mahasiswa juga mendesak diadakannya forum terbuka yang melibatkan seluruh sivitas akademika UI. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait proses penggabungan SKSG dan SIL. "Kami membutuhkan forum terbuka untuk membahas secara komprehensif dampak penggabungan ini terhadap kualitas pendidikan dan masa depan almamater kami," kata seorang mahasiswa SIL.

Harapan Mahasiswa: Apa yang Mereka Nantikan?

Di tengah kekhawatiran yang ada, mahasiswa tetap berharap pimpinan UI dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan seluruh sivitas akademika. Mereka berharap suara mahasiswa dapat didengar dan dipertimbangkan secara serius dalam proses pengambilan keputusan. "Kami berharap pimpinan UI dapat membuka ruang dialog yang bermartabat demi masa depan almamater tercinta," pungkas perwakilan FMDM SIL UI.

Hingga saat ini, pihak universitas belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Namun, sejumlah sumber internal UI mengindikasikan bahwa pimpinan universitas sedang mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi terhadap proses penggabungan SKSG dan SIL. Diharapkan akan ada komunikasi yang lebih intensif antara pihak universitas dan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Perkembangan terbaru akan terus dipantau.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.