Kenapa Ya Udara Akhir-Akhir Ini Bikin Gerah? Ini Dia Biang Keladinya!
Akhir-akhir ini udara terasa begitu panas, bukan? Jika kamu merasakannya juga, kamu tidak sendirian. Fenomena cuaca panas yang menyengat ini memang sedang melanda beberapa wilayah. Kira-kira, apa ya penyebabnya? Yuk, kita bedah bersama!
Biang Keladi Udara Panas yang Menyengat
Peningkatan suhu udara yang kita rasakan ternyata disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor dari langit. Salah satunya adalah pergeseran posisi matahari. Selain itu, langit yang jarang menurunkan hujan juga punya andil besar dalam membuat kita kegerahan.
Matahari yang Bergeser Jadi Sorotan
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pergeseran posisi matahari ke arah selatan Indonesia menjadi salah satu penyebab utama kenapa suhu udara jadi naik.
"Kenapa sekarang terasa sangat panas? Karena matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia," jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025). Pergeseran ini membuat wilayah selatan Indonesia menerima lebih banyak radiasi matahari, yang kemudian membuat suhu udara ikut naik.
Langit Enggan Menurunkan Hujan
Selain pergeseran matahari, berkurangnya awan hujan juga memperparah kondisi panas ini. Awan punya peran penting untuk memantulkan sebagian radiasi matahari kembali ke angkasa. Jadi, kalau awan berkurang, makin banyak radiasi yang sampai ke bumi dan bikin suhu udara naik drastis.
"Pergeseran matahari ini juga bikin pertumbuhan awan hujan jarang terjadi di wilayah selatan. Jadi, ya terasa panas karena tidak ada awan yang menghalangi sinar matahari langsung," imbuh Guswanto. Kurangnya awan hujan ini terjadi karena adanya perubahan pola cuaca dan sirkulasi atmosfer yang dipengaruhi oleh pergeseran posisi matahari.
Kapan Gerah Ini Akan Berakhir?
Kabar baiknya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memberikan sedikit angin segar. Ia memperkirakan cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda seiring dengan datangnya musim hujan, yang diperkirakan tiba di akhir Oktober hingga awal November.
"Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan," jelas Dwikorita pada Selasa (14/10/2025). Musim hujan diharapkan membawa lebih banyak awan dan curah hujan, sehingga suhu udara bisa turun dan kita bisa sedikit bernapas lega.
Pantauan Suhu di Beberapa Wilayah
BMKG mencatat, beberapa wilayah di Indonesia mengalami peningkatan suhu yang signifikan. Bahkan, ada yang mencatat suhu tertinggi hingga 36 derajat Celsius! Wilayah seperti Pulau Jawa, terutama Jakarta, Surabaya, dan Sidoarjo, merasakan dampak paling besar.
Di Jakarta, suhu udara bisa mencapai 35 derajat Celsius. Sementara itu, di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, suhu bahkan bisa mencapai 36 derajat Celsius. "Beberapa wilayah yang mencatat suhu tertinggi dan paling terdampak antara lain DKI Jakarta suhunya mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhunya hingga 36°C," ungkap Guswanto.
Selain itu, wilayah Semarang, Sragen, dan Grobogan di Jawa Tengah juga mengalami suhu yang cukup tinggi, berkisar antara 34-35 derajat Celsius. Bali dan Nusa Tenggara juga tidak luput dari dampak cuaca panas, dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.
Imbauan BMKG: Lindungi Diri dari Terik Matahari
Melihat kondisi cuaca yang semakin panas, BMKG mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung. Salah satu imbauan utamanya adalah menghindari berada di luar ruangan antara pukul 10.00-16.00 WIB.
"BMKG mengimbau masyarakat agar menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 WIB," kata Guswanto. Pada jam-jam tersebut, radiasi matahari sedang tinggi-tingginya, sehingga bisa meningkatkan risiko dehidrasi, sengatan panas, dan masalah kesehatan lainnya.
Selain itu, BMKG juga menyarankan untuk mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan ringan, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, dan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan. Jangan lupa juga untuk minum air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi. Dengan mengikuti imbauan ini, diharapkan kita bisa mengurangi risiko terkena dampak buruk cuaca panas dan tetap sehat.