Kisah Akhir Yurike Sanger, Pendamping Setia Sang Proklamator, Berpulang di RSPAD Gatot Soebroto
Indonesia berduka. Yurike Sanger, perempuan yang pernah mendampingi Presiden Soekarno sebagai istri ketujuhnya, telah berpulang. Kabar duka ini disampaikan dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh bangsa, mengingat peran dan sejarahnya bersama sang proklamator. Yurike menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan di Amerika Serikat.
Penghormatan Terakhir di RSPAD Gatot Soebroto
Jenazah Yurike Sanger disemayamkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah tiba dari Amerika Serikat. Keluarga dan kerabat berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Ibadah penghiburan digelar sebagai ungkapan duka dan doa bagi almarhumah. Suasana haru terasa kental saat para pelayat mengenang sosok Yurike Sanger.
Upacara Adat Kabasaran Iringi Penghormatan Terakhir
Rangkaian penghormatan terakhir bagi Yurike Sanger diawali dengan upacara adat Kabasaran. Tarian seni bela diri perang tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara ini, menjadi simbol penghormatan atas semangat dan keberanian Yurike Sanger. Kehadiran unsur budaya ini menambah kekhidmatan suasana duka.
Kisah Pemulangan Jenazah dari Amerika Serikat
Yudhi Sanger, putra ketiga Yurike Sanger, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan berbagai pihak dalam proses pemulangan jenazah ibundanya dari Amerika Serikat. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga jenazah ibu bisa segera tiba di Tanah Air," ujar Yudhi. Proses pemulangan jenazah berjalan lancar berkat koordinasi yang baik. Yudhi menjelaskan bahwa sebelum tiba di Indonesia, jenazah ibunya telah mendapatkan penghormatan dari berbagai kegiatan gereja di Amerika Serikat. Bahkan, pada 29 September 2025, diadakan ibadah khusus di gereja tempat Yurike aktif di California.
Apresiasi untuk Pengawalan Jenazah
Yudhi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak kepolisian atas bantuan pengawalan jenazah dari bandara hingga rumah duka. "Kami sangat terbantu dengan adanya pengawalan ini, sehingga proses pemindahan jenazah berjalan dengan tertib dan lancar," ungkapnya. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi keluarga yang tengah berduka. Yudhi mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses kedatangan jenazah di kargo jenazah, bahkan sudah ada protokoler dari Polres Tangerang yang siap membantu.
Keputusan Keluarga untuk Pemulangan Mandiri
Yudhi Sanger menjelaskan, keputusan untuk memulangkan jenazah ibundanya secara mandiri merupakan hasil musyawarah keluarga. Keluarga ingin memastikan seluruh anggota dapat berkumpul dan memberikan penghormatan terakhir tanpa terhalang birokrasi yang rumit. "Memang kita dari awal kan tidak menyerahkan kepada negara ya...keluarga aja," jelasnya. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri tetap memberikan dukungan dalam proses administrasi pemulangan jenazah.
Kenangan Kunjungan Terakhir ke Indonesia
Yudhi Sanger mengenang kunjungan terakhir Yurike Sanger ke Indonesia pada Juni lalu. Selama tiga pekan, mereka menghabiskan waktu bersama di Jakarta. Momen ini menjadi kenangan berharga, mengingat Yurike Sanger tidak lagi berencana untuk menetap di Indonesia. "Kami sangat bersyukur bisa berkumpul dan bercengkerama dengan ibu sebelum beliau kembali ke Amerika," ujar Yudhi.
Pesan Terakhir Sebuah Sandal
Yudhi Sanger juga mengungkapkan pesan terakhir ibundanya sebelum kembali ke Amerika Serikat. Yurike Sanger berpesan agar Yudhi menjaga sebuah sandal kesayangannya. "'Nak ini sendal jangan kamu ke mana-mana ini simpen, tahun depan mama mau balik lagi'," kata Yudhi menirukan pesan ibunya. Kini, sandal itu menjadi pengingat akan sosok Yurike Sanger.
Penyesalan yang Tak Sempat Terwujud: Liburan ke Bali
Lebih lanjut, Yudhi Sanger mengungkapkan penyesalannya karena tidak dapat menemani ibundanya berwisata ke Bali pada kunjungan terakhirnya. Yurike Sanger sempat meminta Yudhi untuk menemaninya berlibur ke Pulau Dewata, namun Yudhi tidak dapat memenuhi permintaannya karena kesibukan pekerjaan. Yudhi mengungkapkan bahwa ibundanya ingin merayakan ulang tahun ke-80 di Indonesia dan berkumpul bersama keluarga di Santika Bintaro. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menemani ibunya ke Bali seperti yang diinginkannya.
Yurike Sanger, selain dikenal sebagai istri Presiden Soekarno, juga dikenal sebagai sosok perempuan yang mandiri dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Rencananya, jenazah Yurike Sanger akan dimakamkan di Jakarta. Tanggal dan lokasi pemakaman akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak keluarga.