Kisah Dosen Inspiratif, Semangat Mengajar Mereka Dihargai ParagonCorp!

Table of Contents
Kisah Dosen Inspiratif, Semangat Mengajar Mereka Dihargai ParagonCorp!


Di balik hiruk pikuk dunia kampus, ada kisah inspiratif dari para dosen yang tak hanya mengajar, tapi juga berdedikasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah Eka Noviana, seorang pengajar di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang karyanya diapresiasi oleh ParagonCorp.

Eka Noviana, Ilmuwan UGM yang Menginspirasi

Eka Noviana, seorang dosen Fakultas Farmasi UGM, berhasil masuk dalam jajaran 2% ilmuwan top dunia versi Stanford University dan Elsevier. Pengakuan ini didapat berkat penelitiannya yang banyak dirujuk oleh peneliti lain, terutama dalam pengembangan metode analitik yang sederhana namun berdampak luas.

"Saya selalu berusaha menciptakan sesuatu yang bisa diaplikasikan langsung di masyarakat," ujar Eka, mengungkapkan motivasinya dalam berkarya.

Inovasi Alat Uji Berbasis Kertas untuk Masyarakat

Eka dikenal karena penelitiannya tentang paper-based analytical device (PAD), atau alat uji analitik berbasis kertas. Alat ini dirancang untuk mendeteksi berbagai zat, termasuk bahan berbahaya, dalam berbagai jenis sampel. Keunggulan PAD terletak pada kemudahan penggunaan dan biaya yang terjangkau, menjadikannya solusi praktis untuk pengujian di lapangan.

"Ide awalnya adalah bagaimana kita bisa membuat alat deteksi yang lebih mudah diakses, baik dari segi biaya maupun fasilitas," jelas Eka, yang terinspirasi dari keterbatasan akses laboratorium di berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan ParagonCorp untuk Penelitian Berdampak

Dedikasi Eka Noviana dalam dunia pendidikan dan penelitian mendapat apresiasi dari ParagonCorp, perusahaan yang berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Mereka memberikan hibah sebesar Rp 25 juta untuk mendukung pengembangan fasilitas pembelajaran dan riset di Fakultas Farmasi UGM.

"Hibah ini sangat berarti bagi kami. Dukungan ini akan kami manfaatkan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa," ungkap Eka dengan gembira.

"Blusukan" Mencari Dosen Inspiratif

Pemberian hibah kepada Eka Noviana dilakukan melalui program "Blusukan: Mengunjungi Dosen Inspiratif", yang berlangsung di Fakultas Farmasi UGM pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada dosen-dosen berprestasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta memperkenalkan sosok-sosok inspiratif di dunia pendidikan kepada khalayak luas.

"Program ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia," ujar perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yang turut menjadi mitra dalam program ini. "Kami berharap, kisah inspiratif dari para dosen ini dapat memotivasi generasi muda untuk lebih mencintai sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM)." Selain Eka, ada 12 dosen inspiratif lainnya di seluruh Indonesia yang juga menerima hibah serupa.

Alat Deteksi Cepat dan Terjangkau untuk Daerah Terpencil

Keunggulan utama alat uji analitik berbasis kertas yang dikembangkan oleh Eka adalah kemampuannya untuk melakukan deteksi cepat di lapangan dengan biaya yang terjangkau, sangat penting terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses ke fasilitas laboratorium.

"Dengan alat ini, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengujian sendiri tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium yang jauh dan mahal," jelas Eka. Alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis zat berbahaya dalam makanan, air, dan lingkungan sekitar.

Solusi untuk Daerah dengan Akses Terbatas

Menyadari tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dalam hal akses fasilitas dan sumber daya, Eka merancang alat uji analitik berbasis kertas yang tidak memerlukan listrik dan peralatan laboratorium yang rumit.

"Alat ini dirancang untuk dapat digunakan di mana saja, bahkan di daerah-daerah yang tidak memiliki akses listrik," kata Eka, menjadikannya solusi praktis dan efektif untuk pengujian di daerah terpencil dan terisolasi.

Karya untuk Masyarakat Indonesia

Pengalaman pendidikan Eka di University of Arizona, Amerika Serikat, tidak membuatnya lupa akan akar budayanya. Sebaliknya, ia termotivasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

"Sebelum memulai penelitian ini, saya selalu mempertimbangkan apakah hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," ujar Eka. Ia berharap alat uji analitik berbasis kertas yang ia kembangkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta membantu meningkatkan kualitas hidup di berbagai daerah di Indonesia.

"Meskipun penelitian ini terlihat sederhana, kami berharap dapat menghasilkan penelitian yang berdampak dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Ini adalah karya kami untuk Indonesia," pungkas Eka, yang berencana mengembangkan alat ini lebih lanjut agar dapat mendeteksi lebih banyak zat berbahaya dan menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Ia juga berharap penelitiannya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai sains dan teknologi, serta berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.