Kisah Inspiratif, Anak Petani Raih Predikat Wisudawan Terbaik dengan 'Strategi Catur' Unesa

Table of Contents
Kisah Inspiratif, Anak Petani Raih Predikat Wisudawan Terbaik dengan 'Strategi Catur' Unesa


Di balik kesederhanaan, tersembunyi kekuatan mimpi. Nur Hidayati Septi Rofiko, seorang anak petani asal Jombang, Jawa Timur, membuktikan bahwa latar belakang ekonomi tak menghalangi meraih cita-cita setinggi langit. Ia berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) periode ke-116 dengan IPK 3,89 dan predikat Cum Laude.

Bukan hanya sekadar prestasi akademik, Septi, begitu ia akrab disapa, menginspirasi banyak orang dengan filosofi hidupnya yang unik: terinspirasi dari permainan catur.

Filosofi Catur: Strategi Hidup Septi

Septi bukan hanya piawai memainkan bidak catur, tetapi juga menerapkan strategi permainan itu dalam kehidupan sehari-harinya. Baginya, catur adalah guru kesabaran, ketelitian, dan keberanian mengambil keputusan. Filosofi inilah yang membimbingnya hingga meraih gelar sarjana.

"Dari papan catur, saya belajar strategi, kesabaran, dan keberanian mengambil langkah," ungkap Septi, seperti dikutip dari keterangan resmi Unesa, Kamis (16/10/2025).

Anak Petani Pantang Menyerah

Lahir dan dibesarkan dalam keluarga petani di Jombang, membuat Septi akrab dengan kerasnya kehidupan. Ayahnya adalah seorang buruh tani, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Kondisi ini tak membuatnya minder, justru menjadi pelecut semangat untuk terus berjuang.

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Sebelum menjadi mahasiswi, Septi mengaku sebagai pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri. Namun, semua berubah ketika ia menjadi bagian dari program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unesa. Septi bertekad mengubah dirinya. Ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Ikatan Mahasiswa Jombang (IMJ) Unesa dan Civic Study Club (CSC). Keaktifannya ini perlahan mengubahnya menjadi sosok yang lebih berani dan percaya diri.

Meraih Prestasi di Luar Kelas

Tak hanya aktif berorganisasi, Septi juga menorehkan prestasi non-akademik. Ia berhasil meraih Juara II Lomba Poster dalam ajang Civic Education Fair (CEF) pada tahun 2022. Kecintaannya pada catur juga mengantarkannya menjadi pengajar catur di berbagai sekolah dan les privat. Dari sini, ia tak hanya melatih kemampuan bermain catur orang lain, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasinya.

Konsistensi dan Perencanaan: Kunci Sukses Septi

Kunci keberhasilan Septi sebagai wisudawan terbaik adalah konsistensi dan perencanaan yang matang. Ia selalu berusaha menjalani setiap hal dengan sungguh-sungguh dan terencana. Septi juga menekankan pentingnya doa orang tua dalam setiap langkahnya. "Harus berani jatuh, bangkit, dan melanjutkan langkah," tegas Septi, menekankan pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi tantangan.

Septi memegang teguh prinsip, "Tidak perlu langsung hebat, tetapi terus bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan langkah." Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing, sehingga penting untuk tetap fokus pada tujuan dan tidak mudah menyerah.

Skripsi tentang Perempuan dan Politik Lokal

Filosofi catur juga menginspirasi Septi dalam penulisan skripsinya. Ia mengangkat isu tentang peran perempuan dalam dunia politik lokal dengan judul "Partisipasi Warga Negara: Studi Motivasi Anggota PTPS Perempuan Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang pada Pemilu 2024".

Skripsi ini lahir dari pengalamannya langsung sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ia melihat bagaimana perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengawal demokrasi di tingkat akar rumput.

"Bagi saya, partisipasi itu bukan hanya soal hadir menjalankan tugas, tapi juga cermin tanggung jawab dan keberanian perempuan dalam memperkuat demokrasi lokal," jelas Septi. Penelitian ini mengantarkannya meraih predikat istimewa dalam kelulusannya dari Unesa.

Apresiasi dari Kampus

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Septi. Kisah perjuangan dan inspirasinya dianggap sebagai contoh nyata bahwa setiap orang, dari latar belakang apapun, memiliki potensi untuk meraih kesuksesan. Kisah Septi merupakan bukti bahwa kesederhanaan bukan halangan, dan keterbatasan bisa menjadi motivasi untuk berprestasi lebih baik lagi.

Unesa berharap, kisah inspiratif ini akan terus bergema dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk meraih impian setinggi mungkin. Di masa depan, Septi berencana untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, khususnya anak-anak dari keluarga sederhana, untuk terus berjuang meraih impian mereka.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.