Kisah Inspiratif Annes, Dari Pengupas Mete Hingga Jadi Lulusan Terbaik UB
Universitas Brawijaya, Malang – Senyum merekah di wajah Try Bhuwaneswari, mahasiswi yang akrab disapa Annes, saat dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya (UB). Di balik momen membahagiakan itu, tersimpan cerita perjuangan panjang seorang anak desa yang gigih mengejar mimpi.
Kisah Annes, dari Keluarga Sederhana Hingga Lulusan Terbaik
Annes tak lahir dalam kemudahan. Ia mengungkapkan bahwa kesulitan ekonomi menempa dirinya sejak kecil. Keadaan semakin berat ketika sang ayah meninggal dunia saat ia berusia 9 tahun. Sejak itu, Annes bersama keluarga saling bahu-membahu mencari rezeki.
"Saya bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Sejak ayah meninggal saat saya berusia sembilan tahun, saya harus berjuang bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup," ungkap Annes, seperti dikutip dari laman UB, Selasa (14/10/2025).
Kerja Keras Sejak Usia Sekolah
Masa remajanya diisi dengan membantu keluarga. Ketika teman-teman seusianya menikmati waktu bermain, Annes justru bekerja sebagai buruh kacip, mengupas mete untuk mendapatkan upah. Pekerjaan itu dilakoninya sepulang sekolah, di sela-sela waktu belajarnya.
"Pekerjaan itu memang berat, tapi saya jalani dengan ikhlas," kenangnya. Ia menambahkan, "Saya tahu, satu-satunya jalan keluar dari keterbatasan adalah pendidikan."
Selain mengupas mete, Annes juga memberikan les privat kepada anak-anak di lingkungannya. Dengan mengajar, ia tak hanya menambah penghasilan, tetapi juga memantapkan pemahamannya akan materi pelajaran.
IPK Nyaris Sempurna dan Pekerjaan Impian
Kerja keras Annes membuahkan hasil yang manis. Ia berhasil meraih IPK 3,94 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Brawijaya periode IV. Tak hanya itu, kini ia telah bekerja di bidang yang sesuai dengan minat dan jurusannya.
"Awalnya saya hanya ingin kuliah di bidang pendidikan saja, karena sejak SMA saya sudah sering menjadi asisten mengajar dan guru les. Tapi setelah masuk jurusan ini, saya justru jatuh cinta pada dunia teknologi," jelas Annes. Ia merasa bekal ilmu yang didapat selama empat tahun di kampus sudah cukup untuk terjun ke dunia kerja. "Butuh waktu hampir empat tahun untuk benar-benar bisa menikmati dunia baru ini," tambahnya.
Harapan dan Inspirasi Annes
Kini, setelah melewati berbagai tantangan, Annes memiliki harapan sederhana: meraih kebebasan finansial agar dapat membantu keluarganya. Lebih dari itu, ia ingin menjadi inspirasi bagi banyak orang.
"Cita-cita saya sederhana saya ingin anak-anak saya nanti tidak merasakan kesulitan seperti yang saya alami dulu," ungkapnya.
Kisah Annes adalah bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan ketekunan dan keyakinan, setiap orang bisa mewujudkan mimpinya.