Kisah Inspiratif, Bocah 7 Tahun Taklukkan Kimia di Universitas Top Dunia

Table of Contents
Kisah Inspiratif, Bocah 7 Tahun Taklukkan Kimia di Universitas Top Dunia


Kisah Theodore Kwan, bocah ajaib berusia 7 tahun asal Singapura, tengah menjadi perbincangan hangat. Bukan karena bermain game atau kegiatan anak-anak pada umumnya, melainkan karena ia mengikuti perkuliahan kimia di Nanyang Technological University (NTU), salah satu universitas terbaik di dunia.

Theodore Kwan: Bocah 7 Tahun Duduk di Bangku Kuliah

Di antara para mahasiswa yang lebih dewasa, Theodore Kwan mencuri perhatian. Bocah 7 tahun ini, dengan rasa ingin tahu yang besar, hadir di kelas kimia dasar NTU. Bukan untuk ujian atau tugas, tapi untuk memuaskan dahaga pengetahuannya tentang ilmu kimia. Tablet dan catatan selalu menemaninya, membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam mengejar ilmu.

Perjalanan Unik Theodore di NTU

Menekuni Kuliah Kimia Dasar

Sejak Agustus lalu, Theodore rutin mengikuti perkuliahan kimia dasar yang diasuh oleh Dr. Sumod Pullarkazt, seorang dosen senior di School of Chemistry NTU. Tiga kali seminggu, ia antusias mengikuti perkuliahan selama 1-2 jam. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, Theodore aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan mendalam pada materi yang diajarkan.

Mendapat Izin Khusus dari Kampus

Walaupun bukan mahasiswa resmi NTU, Theodore mendapatkan izin khusus untuk mengikuti perkuliahan dari Dr. Sumod. Izin ini memberinya keleluasaan untuk mempelajari konsep-konsep kimia tingkat lanjut tanpa dibebani ujian atau penilaian. "Saya pikir ini cara yang baik bagi Theodore untuk menguji seberapa dalam minatnya pada kimia," jelas Dr. Sumod mengenai keputusannya.

Semangat Belajar yang Menular

Kehadiran Theodore di kelas membawa suasana baru. Bocah yang ceria ini selalu duduk di dekat barisan depan, berbaur dengan mahasiswa yang jauh lebih tua. Semangat belajarnya bahkan menginspirasi para mahasiswa lainnya. "Senyum Theodore dan tingkahnya yang lucu membuat kelas jadi menyenangkan. Melihat dia begitu semangat belajar, kami pun ikut termotivasi," kata Constance, seorang mahasiswa yang duduk di sebelah Theodore saat kuliah.

Kecintaan Theodore pada Dunia Sains

IQ 154 dan Segudang Prestasi

Theodore memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dengan IQ mencapai 154. Kecintaannya pada sains telah mengantarkannya meraih berbagai prestasi membanggakan. Awal tahun ini, di usia 6 tahun 10 bulan, Theodore mencetak rekor sebagai peserta termuda di Singapura yang meraih nilai A dalam ujian Kimia International General Certificate of Secondary Education (IGCSE), setara dengan O Levels. Ia juga memegang lima rekor nasional, termasuk sebagai orang pertama dan termuda yang meraih nilai sempurna dalam olimpiade sains.

Peran Ibu yang Mendukung Penuh

Di balik kesuksesan Theodore, ada peran penting ibunya, Crystal Tang. Crystal saat ini sedang menempuh studi doktoral (PhD) di sekolah kedokteran NTU. Ia menjadi pendamping setia Theodore, memberikan dukungan moral dan intelektual dalam setiap langkah belajarnya. "Theodore memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu meminta materi kimia yang lebih tinggi," ungkapnya.

Dukungan dari Dr. Sumod Pullarkazt

Kisah Theodore tak lepas dari dukungan Dr. Sumod Pullarkazt. Awalnya, Crystal menghubungi Dr. Sumod untuk membahas urusan administrasi perkuliahan. Dari percakapan itu, Dr. Sumod mengetahui minat besar Theodore pada kimia dan mengundangnya untuk mengikuti kuliahnya. "Kini, dia memiliki kesempatan untuk menjelajahi topik-topik lanjutan tanpa harus khawatir tentang ujian," jelas Dr. Sumod.

NTU Terbuka Bagi Talenta Muda

Pernyataan Rektor NTU, Prof Christian Wolfrum

Nanyang Technological University (NTU) menyambut baik kehadiran Theodore di kampusnya. Rektor NTU, Prof Christian Wolfrum, menegaskan bahwa NTU terbuka bagi semua talenta, tanpa memandang usia. "Meskipun Theodore belum menjadi mahasiswa resmi, kami sangat senang bisa mendukung minatnya dalam bidang kimia. Kehadirannya di kelas bersama mahasiswa sarjana juga memicu pemikiran baru yang bermanfaat bagi semua orang," ujarnya.

Komitmen NTU pada Pendidikan

NTU memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan dan pengembangan potensi individu. Prof Christian Wolfrum menekankan bahwa bakat sejati tidak mengenal batas usia. Baik muncul di usia muda maupun berkembang kemudian, potensi tersebut harus dikembangkan. "NTU berkomitmen untuk menyediakan ruang belajar bagi siapa saja yang siap mengeksplorasi kemampuan mereka dan memberikan kontribusi nyata," tegasnya. Kisah Theodore Kwan menjadi bukti nyata komitmen NTU dalam mendukung talenta muda dan memberikan kesempatan belajar yang inklusif.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.