Mengenal Lebih Dekat Akhmad Wiyagus, Sosok Baru di Kementerian Dalam Negeri
Nama Akhmad Wiyagus kembali menjadi sorotan. Purnawirawan Polri yang malang melintang di berbagai posisi strategis ini kini mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Penunjukan ini tentu menimbulkan pertanyaan, siapa sebenarnya sosok yang kini menjadi pendamping Menteri Dalam Negeri? Berikut ulasan singkat mengenai profil dan jejak karier Akhmad Wiyagus.
Profil Singkat Akhmad Wiyagus
Akhmad Wiyagus lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23 September 1967. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya di kota kelahirannya, sebelum akhirnya memilih jalan pengabdian melalui kepolisian.
Pendidikan dan Gelar
Karier kepolisian Akhmad Wiyagus dimulai setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989. Kala itu, Akpol masih tergabung dengan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Tak berhenti di situ, ia terus mengembangkan diri dengan mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2000.
Semangat belajar Wiyagus terus membara hingga meraih gelar doktor. Tak heran, kini ia menyandang gelar lengkap Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. Menariknya, saat menempuh pendidikan di PTIK, ia menulis skripsi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, menunjukkan kepeduliannya terhadap masalah sosial.
Karier di Kepolisian: Jejak Panjang Pengabdian
Perjalanan karier Akhmad Wiyagus di kepolisian terbilang gemilang. Berbagai jabatan penting pernah diembannya, mulai dari tingkat sektor hingga posisi strategis di tingkat daerah dan nasional.
Dari Kapolsek Hingga Jenderal
Di awal kariernya, Wiyagus dipercaya sebagai Kapolsek Margacinta (1996) dan Kapolsek Regol (1997) di Polwiltabes Bandung. Pengalaman ini menjadi fondasi penting untuk kariernya yang terus menanjak. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasubag Bin Ops Narkoba Dit Reserse Polda Sumsel.
Selanjutnya, Akhmad Wiyagus sempat menjabat sebagai Kabag Serse Polwil Kepulauan Babel dan Kapolres Sumedang (2008). Pengalamannya tidak hanya di kepolisian wilayah, ia juga pernah berkiprah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Kasatgas Penyidik dan Direktur Dumas. Sebelum menjadi Wakapolda Jabar (2019) dan Wakapolda Maluku (2018), Wiyagus juga pernah menduduki posisi penting di Bareskrim Polri, termasuk Kasubdit II Dit Tipidkor, Kanit II Dit Tipidkor, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Wadir Tipidkor (2013), dan Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri (2014).
Pada tahun 2020, ia dipercaya sebagai Kapolda Gorontalo, kemudian Kapolda Lampung (2022), dan terakhir Kapolda Jabar (2023). Sebelum pensiun, Wiyagus sempat menjabat sebagai Asisten Utama Bidang Operasi (Astama Ops) Kapolri dan Kabaintelkam. Jabatan Kabaintelkam diemban hingga ia ditempatkan sebagai perwira tinggi Baintelkam Polri dalam rangka pensiun pada September 2025.
Apresiasi Atas Integritas: Hoegeng Award
Dedikasi dan integritas Akhmad Wiyagus diakui secara luas. Pada tahun 2022, ia menerima Hoegeng Award, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada anggota kepolisian yang berintegritas dan berani.
Babak Baru: Wakil Menteri Dalam Negeri
Setelah pensiun dari kepolisian dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal (Komjen), Akhmad Wiyagus dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) pada 8 Oktober 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Ia menggantikan Ribka Haluk yang mendapat tugas baru. Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, dari penegak hukum menjadi bagian dari pemerintahan.
Sebagai Wamendagri, Akhmad Wiyagus akan membantu Menteri Dalam Negeri dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pemerintahan dalam negeri. Tugasnya meliputi berbagai aspek, mulai dari administrasi kependudukan, otonomi daerah, hingga pembinaan politik dan keamanan dalam negeri. Pengalamannya yang luas di kepolisian, terutama dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjalankan tugas barunya.