Prabowo Soroti Jurusan Kuliah Soal Air, Kenapa Ya, Kok Gak Banyak?
Presiden terpilih, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyoroti sebuah isu penting yang kerap terabaikan di dunia pendidikan tinggi Indonesia: langkanya program studi (prodi) yang secara khusus mendalami bidang air. Padahal, air adalah sumber kehidupan, esensial bagi pertanian, industri, dan mitigasi bencana. Lantas, mengapa bidang ini kurang mendapat perhatian, dan prodi apa saja yang sebenarnya fokus pada pengelolaan air di Indonesia?
Mengapa Prabowo Mengangkat Isu Jurusan Air?
Kepedulian Prabowo terhadap minimnya prodi yang fokus pada air sangat beralasan. Ia menekankan bahwa ketersediaan dan pengelolaan air yang baik adalah fondasi dari ketahanan pangan nasional. Tanpa air yang cukup, sektor pertanian akan terancam, berpotensi memicu krisis pangan. Lebih jauh, pengelolaan air yang buruk dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan kekeringan, yang berdampak besar secara ekonomi dan sosial.
"Tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup," kata Prabowo seperti dikutip dari , Senin (20/10/2025), dan menambahkan bahwa masalah air harus menjadi "catatan pekerjaan rumah" mendesak bagi pemerintah dan perguruan tinggi. Ia secara khusus meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto untuk mengkaji dan memperbanyak prodi yang mempelajari masalah air secara komprehensif.
Prabowo juga menekankan perlunya pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan air. Bukan hanya soal mencari sumber air, tetapi juga mengelola distribusinya, mencegah banjir, dan mengubah air menjadi sumber produktivitas, bukan penyebab bencana. Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa irigasi yang efisien dapat meningkatkan hasil panen hingga 30%, tetapi sayangnya, sistem irigasi di banyak daerah belum optimal.
"Air harus jadi sumber produktivitas, jangan menjadi sumber bencana," tegasnya. Prabowo juga menyayangkan kurangnya minat pada bidang air, khususnya hidrologi, di berbagai fakultas di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat perubahan iklim semakin memperparah masalah ketersediaan dan pengelolaan air.
Program Studi yang Mempelajari Air di Indonesia
Meski jumlahnya terbatas, beberapa program studi di Indonesia secara langsung atau tidak langsung mendalami tentang air. Prodi-prodi ini menawarkan beragam pendekatan dan spesialisasi, dari teknik hingga lingkungan.
Teknik Pengairan atau Teknik Sumber Daya Air
Teknik Pengairan atau Teknik Sumber Daya Air adalah disiplin ilmu yang fokus pada perencanaan, perancangan, dan manajemen pengelolaan air. Mahasiswa jurusan ini mempelajari berbagai aspek penting, termasuk sumber air, sistem distribusi air, teknik irigasi, drainase, pengendalian banjir, serta pemantauan kualitas air. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk merancang dan mengelola infrastruktur pengairan yang berkelanjutan dan efisien. Universitas Brawijaya (UB) menyebutkan bahwa mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek terkait seperti sumber air, distribusi air, irigasi, drainase, pengelolaan banjir, dan pemantauan kualitas air.
Salah satu fokus utama Teknik Pengairan adalah irigasi, yaitu penyediaan air untuk pertanian. Mahasiswa belajar berbagai metode irigasi, dari irigasi permukaan hingga irigasi tetes, dan cara memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan jenis tanaman. Mereka juga mempelajari perencanaan dan pengelolaan waduk, bendungan, dan saluran irigasi.
Selain itu, Teknik Pengairan juga mencakup aspek pengelolaan banjir. Mahasiswa belajar tentang penyebab banjir, cara memprediksi banjir, dan teknik pengendalian banjir, seperti pembangunan tanggul, waduk penampung, dan sistem drainase yang efektif. Pemantauan kualitas air juga menjadi bagian penting dari kurikulum, mengingat air bersih dan sehat sangat penting untuk kesehatan manusia dan keberlanjutan ekosistem.
Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Andalas (UNAND) adalah beberapa universitas di Indonesia yang menawarkan program studi Teknik Pengairan atau Teknik Sumber Daya Air. Lulusan prodi ini siap bekerja di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, swasta, dan lembaga penelitian.
Teknik Lingkungan
Teknik Lingkungan adalah bidang ilmu yang mempelajari tindakan kuratif dan preventif untuk melindungi lingkungan hidup, termasuk air, tanah, udara, dan kesehatan lingkungan. Melalui pendekatan rekayasa teknik, lulusan Teknik Lingkungan diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif limbah industri dan rumah tangga terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus utama Teknik Lingkungan adalah pengolahan air limbah. Mahasiswa belajar berbagai metode pengolahan air limbah, mulai dari proses fisik, kimia, hingga biologi, untuk menghilangkan polutan dan menghasilkan air yang aman untuk dibuang atau digunakan kembali. Mereka juga mempelajari pengelolaan sampah dan limbah berbahaya, serta pengendalian pencemaran udara.
Selain itu, Teknik Lingkungan juga mencakup aspek konservasi sumber daya air. Mahasiswa belajar tentang cara mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, termasuk pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), pengendalian erosi dan sedimentasi, serta perlindungan sumber air minum. Mereka juga mempelajari tentang perencanaan dan pengelolaan lingkungan, serta analisis dampak lingkungan (AMDAL).
Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Kalimantan, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan Teknik Lingkungan yang terakreditasi. Lulusan Teknik Lingkungan memiliki peluang karir yang luas, mulai dari konsultan lingkungan, pengelola lingkungan di industri, hingga peneliti dan pengajar di bidang lingkungan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Teknik Pengairan dan Teknik Lingkungan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan. Universitas-universitas di Indonesia perlu merespon tantangan ini dengan memperkuat program studi yang berkaitan dengan air, serta mendorong minat mahasiswa untuk menekuni bidang ini. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan ketersediaan air di masa depan dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.