Sekolah Impian Prabowo? Begini Kata Kemendikbud Ristek

Table of Contents
Sekolah Impian Prabowo? Begini Kata Kemendikbud Ristek


Menyikapi permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan 7.000 sekolah unggul terintegrasi mulai tahun 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan tanggapannya. Meski belum menerima arahan langsung, Kemendikbud Ristek telah mengambil langkah awal dengan mempersiapkan konsep terkait.

Respons Kemendikbud Ristek: Mendukung Inisiatif Sekolah Unggul Prabowo

Usai menghadiri Taklimat Media Setahun Kemendikdasmen di Jakarta, Rabu (22/10/2025), Abdul Mu'ti menegaskan komitmen Kemendikbud Ristek untuk mendukung aspirasi Presiden Prabowo. Kepada awak media, ia menyampaikan bahwa persiapan konseptual telah dimulai meski arahan formal belum diterima. "Sekarang kami belum mendapatkan arahan secara langsung karena memang mulainya tidak segera kan," ujarnya. Namun, ia memastikan, "Ya, tapi secara konsep kita akan terus lakukan," menandakan kesiapan pihaknya untuk terus berbenah.

Kemendikbud Ristek memahami betul pentingnya persiapan matang di berbagai aspek, mulai dari kurikulum hingga infrastruktur. Tujuannya, agar sekolah unggul terintegrasi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Indonesia. Inisiatif ini dilihat sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Meski demikian, tantangan seperti ketersediaan lahan, tenaga pengajar berkualitas, dan anggaran yang cukup, tetap menjadi perhatian.

Konsep Sekolah Terintegrasi Mulai Digodok

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa ide mengenai Sekolah Terintegrasi pertama kali muncul dalam Sidang Kabinet Paripurna saat mengevaluasi satu tahun pemerintahan. Konsep yang diusung adalah sekolah unggul terintegrasi non-asrama yang rencananya akan hadir di setiap kecamatan. "Arahnya sudah jelas bahwa itu terintegrasi tiga jenjang pendidikan, SD, SMP, dan SMA," jelasnya. Dengan menggabungkan tiga jenjang pendidikan dalam satu lokasi, diharapkan tercipta sinergi yang solid antara tingkat pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

Integrasi yang dimaksud bukan sekadar menggabungkan bangunan fisik. Lebih dari itu, mencakup kurikulum, metode pembelajaran, dan pengelolaan sumber daya manusia. Tujuannya agar transisi siswa dari satu jenjang ke jenjang berikutnya menjadi lebih lancar dan terarah. Selain itu, integrasi ini membuka peluang pengembangan program pendidikan yang lebih komprehensif dan relevan bagi siswa di setiap tingkatan.

Samarinda Jadi Contoh: Sekolah Terintegrasi Sudah Ada

Meski masih dalam tahap perencanaan, Abdul Mu'ti menyebutkan bahwa model serupa sudah diterapkan di beberapa daerah. Ia mencontohkan sekolah unggul terintegrasi yang dibangun oleh pemerintah kota Samarinda, Kalimantan Timur. "Itu sudah ada sekolah unggul terintegrasi yang dibangun pemerintah kota Samarinda yang di situ menggunakan kurikulum Cambridge dan juga semuanya dengan peralatan-peralatan yang saya kira ideal seperti yang diharapkan Bapak Presiden," ungkapnya.

Model di Samarinda menjadi inspirasi dan bahan studi banding bagi Kemendikbud Ristek dalam mengembangkan konsep Sekolah Terintegrasi yang lebih matang dan sesuai dengan konteks nasional. Keberhasilan Samarinda mengimplementasikan kurikulum Cambridge dan menyediakan fasilitas yang ideal membuktikan bahwa konsep ini bisa direalisasikan dengan perencanaan dan komitmen yang kuat. Namun, perbedaan konteks antara Samarinda dan wilayah lain di Indonesia tetap perlu diperhatikan agar konsep yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.

Fokus Utama: Permasalahan Akademik Harus Ditangani Serius

Abdul Mu'ti menyoroti bahwa fokus utama dalam pengembangan Sekolah Terintegrasi adalah permasalahan akademik. Ini meliputi penyiapan kurikulum yang relevan, rekrutmen guru berkualitas, dan penyediaan sumber daya pembelajaran yang memadai. Menurutnya, masalah-masalah akademik ini harus menjadi prioritas agar Sekolah Terintegrasi dapat memberikan pendidikan berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten.

"Yang sekarang milih fokus kami adalah bagaimana penyiapan kurikulumnya dan nanti mungkin juga rekrutmen gurunya dan masalah-masalah yang lebih bersifat akademik yang tadi teknis mungkin nanti berikutnya," jelasnya. Kemendikbud Ristek akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk memastikan pengembangan Sekolah Terintegrasi berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi pendidikan Indonesia.

Terkait pemanfaatan bangunan sekolah yang sepi siswa, Abdul Mu'ti belum bisa memberikan kepastian. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut baru disinggung oleh Presiden dan belum dibicarakan secara mendalam dengan jajaran Kemendikbud Ristek. "Itu kan seperti disinggung Pak Presiden kemarin. Nah itu yang belum kita bicarakan," kata Mu'ti. Meski demikian, ia meyakinkan bahwa Kemendikbud Ristek akan mempertimbangkan semua opsi yang ada untuk memastikan pemanfaatan sumber daya yang ada dilakukan secara efisien dan efektif.

Inisiatif pembangunan 7.000 sekolah unggul terintegrasi ini menjadi agenda penting bagi Kemendikbud Ristek. Meski masih dalam tahap awal perencanaan, komitmen dan persiapan matang menjadi kunci keberhasilan program ini. Diharapkan, kehadiran Sekolah Terintegrasi ini dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Masyarakat pun menantikan realisasi dari "sekolah impian" yang digagas Presiden Prabowo ini.

Hendra Jaya
Hendra Jaya Saya Hendra Jaya, penulis berita teknologi yang senang berbagi tren digital, inovasi, dan perkembangan dunia startup.