Soal TKA SD-SMP Dibuat Daerah, Lebih Paham Kebutuhan Siswa Lokal?
Kabar baik untuk siswa SD dan SMP! Mulai tahun ajaran mendatang, soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan disusun langsung oleh pemerintah daerah masing-masing. Tujuannya? Agar soal yang diujikan lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di daerah. Kebijakan ini tentu saja memunculkan perbincangan hangat mengenai dampaknya bagi kualitas pendidikan nasional.
Mengapa Soal TKA Kini Disusun Daerah?
Keputusan penting ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik. Aturan ini membagi tugas: pemerintah pusat tetap bertanggung jawab atas soal TKA untuk SMA/SMK, sementara SD dan SMP menjadi ranah pemerintah daerah.
Rahmawati ST M Ed, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, menjelaskan hal ini dalam forum diskusi pendidikan di Jakarta, akhir September 2025 lalu. Dengan pembagian ini, diharapkan penyusunan soal jadi lebih efektif dan efisien.
TKA Berbasis Lokal: Apa Keuntungannya?
Pemerintah yakin bahwa melibatkan daerah dalam penyusunan soal TKA akan membawa dampak positif. Salah satu alasannya, pemerintah daerah tentu lebih memahami kondisi dan kebutuhan siswa di wilayahnya. Alhasil, soal-soal yang diujikan akan lebih kontekstual dan sesuai dengan pengalaman belajar sehari-hari. Selain itu, diharapkan kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, dengan memberdayakan guru dan tenaga pendidik setempat.
Menghindari Soal yang Kurang Relevan
Seringkali muncul keluhan tentang soal ujian yang kurang sesuai dengan konteks lokal siswa. Misalnya, soal tentang transportasi yang tidak dikenal di daerah terpencil. Rahmawati menegaskan, "Ini adalah langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Kami ingin memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil dalam ujian." Soal yang lebih relevan diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami materi dan menjawab pertanyaan dengan tepat, serta meningkatkan motivasi belajar karena merasa materi yang dipelajari berguna bagi kehidupan mereka.
Pelatihan Guru untuk Penyusunan Soal TKA Berkualitas
Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Untuk memastikan kualitas soal TKA yang disusun daerah, pelatihan intensif diadakan bagi guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun soal yang baik, terstandar, dan objektif, mencakup prinsip-prinsip penyusunan soal yang valid dan reliabel, serta teknik penilaian yang efektif. "Kami ingin guru-guru di daerah memiliki kompetensi yang memadai dalam menyusun soal TKA," kata Rahmawati. Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi guru untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Penyusunan Soal
Proses penyusunan soal TKA melibatkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat bertugas menyusun kerangka asesmen dan pedoman penyelenggaraan TKA. Selanjutnya, pemerintah daerah menyusun soal-soal berdasarkan kerangka tersebut. Soal-soal daerah kemudian dikumpulkan dan diselaraskan dengan soal dari pemerintah pusat. Tujuannya? Memastikan standar kualitas soal TKA yang sama di seluruh Indonesia.
Harapan untuk Pendidikan Indonesia
Dengan menyerahkan kewenangan penyusunan soal TKA ke daerah, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Soal yang lebih relevan diharapkan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, keterlibatan guru dan tenaga pendidik daerah diharapkan meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang asesmen, serta mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan terpencil. "Kami optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia," pungkas Rahmawati. Kebijakan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan untuk memastikan hasil yang optimal, dengan data dan statistik yang dikumpulkan dan dianalisis untuk mengukur dampaknya terhadap kualitas pendidikan secara nasional.