Universitas Terbuka Mantap Rangkul Kampus Lain, Ada Apa Ya?
Universitas Terbuka (UT) makin gencar menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Buktinya, serangkaian kegiatan penting yang melibatkan puluhan universitas telah digelar. Langkah ini menunjukkan komitmen UT dalam memperluas jaringan akademik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di tingkat nasional. Apa saja agenda utama dari inisiatif besar ini?
Rapat Pleno APSMBI: Wadah Sinergi Nasional
Salah satu wujud nyata kolaborasi UT dengan kampus lain adalah penyelenggaraan Rapat Pleno II Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) Tahun 2025. Acara ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin dan dosen dari berbagai universitas untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi pengembangan program studi manajemen dan bisnis di Indonesia. Rapat ini menegaskan komitmen UT dalam mendorong kolaborasi serta inovasi di dunia pendidikan tinggi.
Siapa Saja yang Hadir?
Rapat Pleno II APSMBI ini disambut antusias oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), dan puluhan universitas lainnya turut berpartisipasi. Kehadiran perwakilan dari berbagai kampus ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan pendidikan manajemen dan bisnis yang berkualitas. Total ada 38 universitas yang mengirimkan perwakilan, terdiri dari pimpinan dan dosen program studi manajemen.
Apa Saja Agendanya?
Rangkaian acara Rapat Pleno II APSMBI dirancang untuk memaksimalkan pertukaran ide dan informasi. Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta sambutan dari Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Sambutan juga disampaikan oleh Dr. Muhammad Ichsan Hadjri, S.T., S.M., M.M., selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional APSMBI dan Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si., selaku Ketua Dewan Pengawas APSMBI.
Sidang pleno menjadi agenda utama, di mana para peserta membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan program studi manajemen dan bisnis. "Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang manajemen dan bisnis," ungkap Dr. Muhammad Ichsan Hadjri. Selain itu, Prof. Dr. Ina Primiana, Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA, memberikan paparan mengenai arah kebijakan pengembangan program studi manajemen dan bisnis di Indonesia. Paparan ini memberikan wawasan berharga bagi para peserta dalam merumuskan strategi pengembangan program studi di universitas masing-masing. Diskusi interaktif setelah paparan memungkinkan para peserta untuk saling bertukar ide dan pengalaman.
PKM Internasional: Pengabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan
Selain Rapat Pleno, UT juga aktif menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertaraf internasional. PKM Internasional yang diselenggarakan UT berfokus pada pengabdian kepada masyarakat berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini menunjukkan komitmen UT dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Fokus Kegiatan
PKM Internasional APSMBI 2025 mengusung tema "Pulau Pari Lestari: Empowering Coastal Communities towards Sustainable Living". Tema ini mencerminkan fokus kegiatan pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan utama adalah penanaman mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan melindungi pantai dari abrasi. Selain itu, ada juga sesi berbagi inspiratif dari narasumber internasional untuk memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat Pulau Pari dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Kapan dan di Mana?
Rapat Pleno II APSMBI diselenggarakan pada 8 Oktober 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Sementara itu, PKM Internasional berlangsung pada 9 Oktober 2025 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Menurut Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., pemilihan Pulau Pari sebagai lokasi PKM Internasional didasarkan pada potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Pulau Pari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan," ujarnya.
Komitmen UT dan APSMBI
Melalui Rapat Pleno II APSMBI dan PKM Internasional, UT dan APSMBI menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, memperluas jejaring akademik nasional, serta mendorong implementasi tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak sosial nyata. Diharapkan, kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.